Marjin Bunga SeaBank hingga Bank Jago Mulai Kalahkan Bank Jumbo

Bisnis.com,22 Nov 2022, 23:15 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Ilustrasi bank digital. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA — Bank digital seperti PT Bank SeaBank Indonesia dan PT Bank Jago Tbk. (ARTO) mencatatkan pertumbuhan marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang pesat. Bahkan, nilai NIM mereka kini jauh di atas bank jumbo.

Berdasarkan laporan keuangan, SeaBank Indonesia mencatatkan peningkatan NIM menjadi 17,22 persen per kuartal III/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu di level 4,58 persen.

Sementara, Bank Jago mencatatkan peningkatan NIM dari level 6,1 persen per September 2021 ke level 10,5 per September 2022.

NIM PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) juga meningkat ke level 12,7 persen per kuartal III/2022 dari sebelumnya 5,81 persen per kuartal III/2021.

Nilai NIM bank digital itu juga berada jauh di atas NIM sejumlah bank jumbo seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

NIM BCA mencapai level 5,13 persen pada kuartal III 2022, kontraksi tipis dari 5,17 persen dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun lalu.

NIM BNI di level 4,80 persen per kuartal III 2022 naik 4 bps. Sementara, NIM Bank Mandiri konsolidasi naik 45 bps menjadi 5,42 persen. BRI juga mempunyai NIM sebesar 7,23 persen per September 2022.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa bank digital mempunyai NIM yang tinggi karena mempunyai tingkat suku bunga kredit dan suku bunga pinjaman yang tinggi. Ini membuat pendapatan bunga bersih perseroan terdongkrak.

"Tapi, ini kemudian tergantung ekosistemnya. Kalau punya ekosistem yang kuat, NIM mereka juga ikut naik," ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (22/11/2022).

Ia juga mengatakan bahwa NIM bank digital yang tinggi itu terdorong oleh strategi kerja sama atau channeling bank digital dengan sejumlah platform digital dalam penyaluran kredit.

Sebelumnya, sejumlah bank digital memang mengandalkan strategi penguatan ekosistem hingga channeling dengan platform digital lainnya untuk menjaga rasio profitabilitas. Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar Bank Jago juga akan tetap fokus dalam pengembangan ekosistem digital dan memperkuat fundamental kinerja.

"Kita tetap fokus ekosistem digital, tentunya lihat kondisi. Yang penting fundamental kita kuat," jelasnya di sela acara acara Singapore Fintech Festival (SFF) ke-7, beberapa waktu lalu.

Sedangkan, Analis MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Citradi mengatakan bahwa rasio profitabilitas seperti NIM bank digital tinggi karena mempunyai rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) yang rendah. "Dengan begitu secara dalam jangka panjang bank digital ini prospektif," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Pandu Gumilar
Terkini