Reasuransi Maipark: Potensi Klaim Asuransi Gempa Cianjur Rp38,4 Triliun

Bisnis.com,23 Nov 2022, 08:56 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Sebanyak 25 orang tertimbun runtuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang akibat gempa magnitude 5,6 di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Senin (21/11/2022). JIBI/Bisnis-Nancy Junita @bnpb

Bisnis.com, JAKARTA – PT Reasuransi Maipark Indonesia memperkirakan potensi kerugian akibat peristiwa gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat dengan magnitudo (M) sebesar 5,6 dapat mencapai Rp38,4 triliun.

Direktur Teknik Maipark Heddy Agus Pritasa menyampaikan, sehari setelah gempa bumi di Cianjur, Maipark memberikan edaran ke semua perusahaan asuransi atau ceding companies apakah terdapat nasabah yang mengalami kerusakan.

Heddy menjelaskan bahwa hingga perkembangan saat ini, dari hasil pemodelan bencana Maipark tercatat daerah yang terdampak akibat gempa bumi di Cianjur berada di level parameter Modified Mercalli Intensity (MMI) III – VII adalah Rp1.601 triliun untuk 148.245 risiko. MMI sendiri merupakan satuan untuk mengukur efek rusak di daratan.

Namun, kata Heddy, sebagian besar dari angka tersebut mengalami kerugian minor sebesar 97 persen, sedangkan sisanya 3 persen dari angka tersebut kemungkinan mengalami kerusaka berat. Alhasil, potensi kerusakan yang dihasilkan akibat gempa di Cianjur adalah sebesar Rp48 triliun yang dilihat dari parameter MMI III – VII. Perhitungan ini dilihat dari cakupan kerusakan sebesar 3 persen dari Rp1.601 dan menghasilkan nilai Rp48 triliun.

“Karena yang Rp48 triliun itu dilihat dari MMI III – VII, tapi yang rusak dimulai MMI VI – VII senilai Rp38,4 triliun. Kalau di bawah MMI VI, umumnya hanya goyang [bangunan] tapi tidak rusak. Jadi, dari Rp48 triliun itu sekitar Rp38,4 triliun yang kemungkinan rusak,” kata Heddy ketika dihubungi Bisnis, Rabu (23/11/2022).

Namun, Heddy menyampaikan bahwa kerugian senilai Rp38,4 triliun merupakan eksposur data nasional yang disesikan ke Maipark, mengingat terdapat masyarakat yang tidak membeli asuransi gempa bumi. Sementara itu, mayoritas bangunan yang diasuransikan di Cianjur, Jawa Barat terdiri dari bangunan komersial dan industrial, terutama bangunan pabrik.

“Residensial [rumah tinggal] sangat jarang diasuransikan, mungkin karena awareness di daerah sana tentang asuransi terutama asuransi gempa bumi belum tinggi. Karena yang rusak itu rumah dengan konstruksi yang sederhana. Jadi wajar kalau gempa sebesar itu bisa merusak rumah mereka, karena kebanyakan rumahnya sederhana,” jelasnya.

Namun demikian, Maipark masih menunggu data laporan kerusakan yang lebih akurat dari perusahaan asuransi umum. Laporan ini diperkirakan akan masuk pada minggu depan.

 

“Maipark sedang menunggu laporan dari para perusahaan asuransi umum, karena mereka juga lagi mendata. Kemungkinan minggu depan baru ada laporan masuk,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini