Pembiayaan Akulaku Finance Tembus Rp12 Triliun Berkat Pay Later, Berapa NPLnya?

Bisnis.com,24 Nov 2022, 18:35 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Nasabah menyelesaikan transaksi menggunakan Akulaku PayLater di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, BANDUNG –  Perusahaan pembiayaan bagian dari Akulaku Group, PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan rasio kredit bermasalah (nonperforming financing/NPF) nett sebesar3 persen per akhir Oktober 2022. Angka ini berada jauh di bawah ketentuan OJK yang menetapkan NPF maksimal di posisi 5 persen.

Presiden Direktur Akulaku Finance Efrinal Sinaga menyebutkan tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan kredit bermasalah ini. 

“Mitigasi risiko dilakukan sejak proses on-boarding dan pre-approved, dengan melakukan ID checking [e-KYC], face recognition dan biometric, credit history record, scoring system, hingga asuransi penjaminan kredit,” kata Efrinal kepada Bisnis, Kamis (24/11/2022).

Tercatat, hingga Oktober 2022, Akulaku PayLater telah mengantongi lebih dari 20 juta pengguna. Efrinal menyampaikan bahwa angka tersebut sesuai dengan target perusahaan di akhir 2022. 

Akulaku juga mencatatkan penyaluran pembiayaan hingga November 2022 lebih dari Rp12 triliun. Adapun, porsi penyaluran pembiayaan untuk Akulaku Paylater sebesar 40 persen dari Rp12 triliun.

“Realisasi penyaluran pembiayaan Akulaku senilai lebih dari Rp12 triliun ini sudah melampaui target tahun 2022 dengan target Rp11 triliun,” ujarnya.

Sedangkan untuk target 2023, dia menilai bisnis buy now pay later tetap akan tumbuh. Akulaku Finance bahkan optimistis lini ini mampu naik minimal 15 persen.

Optimisme itu muncul karena pengguna internet dan mobile phone yang terus tumbuh, seiring dengan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan 4G yang terus bertambah dan membaik serta berkurangnya blank spot di Tanah Air.

Di samping itu, Efrinal memandang bahwa segmen Akulaku Finance di sektor riil dan UMKM tidak akan begitu terganggu meski ekonomi dibayangi resesi.

“Selain itu, kami optimis karena lifestyle masyarakat juga mulai mengarah kepada belanja secara online dan metode pembayaran yang cashless,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini