Saham Bank Bumi Arta BNBA Melorot saat Periode Rights Issue

Bisnis.com,24 Nov 2022, 09:04 WIB
Penulis: Alifian Asmaaysi
Bank Bumi Arta/Istimewa

Bisnis.com , JAKARTA - Harga saham PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) terpantau melorot pada periode perdagangan rights issue hari ketiga.

Dalam data RTI Business, saham BNBA tutup harga di level Rp1.430 atau turun 6,54 persen pada perdagangan Rabu (23/11/2022).

Sementara pada penutupan perdagangan Selasa (22/11/2022), saham BNBA berhasil terjaga di level Rp1.530 per sahamnya.

Alhasil, dalam sepekan harga saham BNBA terkerek lesu 4,35 persen dengan rentang harga terendah Rp1.425 dan tertinggi di level Rp1.620.

Sedangkan sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), kinerja harga saham BNBA juga masuk ke zona merah sebesar 55,86 persen.

Untuk diketahui sebelumnya, PT Bank Bumi Arta Tbk. menggelar aksi rights issue dengan menerbitkan sebanyak 616 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan yang berada tipis dari harga saham hari ini yakni Rp1.345 per saham.

"Perseroan menawarkan sebesar 616.000.000 Saham Baru atau sebesar 18,18 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II," jelas manajemen dalam pembaruan prospektus, dikutip pada Rabu (23/11/2022).

Dalam prospektus yang dibagikan pada Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui aksi korporasi ini PT Surya Husada Investment selaku pemegang 25,45 persen saham perseroan menyatakan akan melaksanakan HMETD sesuai porsi kepemilikan dalam PMHMETD II.

Selain SHI, PT Dana Graha Agung dan PT Budiman Kencana Lestari juga menyatakan akan melaksanakan HMETD yang dimiliki sesuai porsi kepemilikannya.

Lebih lanjut, BNBA menjelaskan pelaksanaan PMHMETD II dilangsungkan guna memenuhi modal inti minimum sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.

"Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD II setelah pengurangan emisi biaya-biaya akan digunakan oleh Perseroan untuk tambahan
modal kerja, investasi pada infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia, dan ekspansi usaha," jelas manajemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini