NATO Bahas Lebih Banyak Bantuan untuk Ukraina pada Musim Dingin

Bisnis.com,29 Nov 2022, 15:36 WIB
Penulis: Erta Darwati
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menghadiri pertemuan para menteri pertahanan di markas NATO di Brussels, Belgia, 15 Februari 2018./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg meminta pihak sekutu untuk memberi lebih banyak bantuan musim dingin bagi Kyiv, Ukraina pada pertemuan Selasa (29/11/2022).

Upaya itu dilakukan usai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada warga Ukraina untuk bersiap menghadapi musim dingin dan gelap selama sepekan akibat serangan Rusia pada infrastruktur Ukraina.

Pertemuan menteri luar negeri anggota NATO di Ibu Kota Rumania, Bucharest berlangsung 2 hari dan akan fokus pada peningkatan bantuan militer untuk Ukraina, seperti sistem pertahanan udara dan amunisi.

Selain itu, bantuan untuk Kyiv berupa bahan bakar, pasokan medis, peralatan musim dingin, dan drone yang telah dikirim melalui paket bantuan NATO merupakan sumbangan sekutu. Stoltenberg ingin meningkatkan bantuan itu.

Zelensky memperingatkan warga negaranya perihal serangan baru Rusia pada pekan ini, yang menyebabkan jutaan orang tidak memiliki pemanas, air maupun listrik.

Rusia mengaki,  bahwa pasukannya menargetkan infrastruktur Ukraina, tetapi  membantah memiliki niat untuk menyakiti warga sipil.

Diplomat senior Eropa mengatakan musim dingin akan sangat mengerikan bagi Ukraina, dan perlu memperkuat dukungan bagi negara itu.

"Ini akan menjadi musim dingin yang mengerikan bagi Ukraina, jadi kami bekerja untuk memperkuat dukungan kami agar tangguh," katanya, seperti dilansir dari CNA, Selasa (29/11/2022).

Jerman sebagai Presidensi G7 juga menjadwalkan pertemuan negara G7 dengan beberapa mitra di sela-sela pembicaraan NATO, dan mendesak mempercepat rekonstruksi infrastruktur energi Ukraina.

Sementara itu, NATO terus mendorong produsen senjata untuk mempercepat produksi, tetapi seorang diplomat memperingatkan adanya peningkatan masalah dengan kapasitas pasokan.

"Kami melakukan pengiriman semaksimal mungkin, tetapi ada masalah nyata. Orang Ukraina tahu itu. Bahkan industri senjata AS, meskipun kuat, memiliki masalah," kata diplomat.

Menteri NATO juga berbicara upaya memperkuat ketahanan masyarakat beberapa hari usai Stoltenberg memperingatkan negara-negara Barat harus berhati-hati untuk tidak tergantung pada China, saat melepaskan diri dari pasokan energi Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Nancy Junita
Terkini