RUPSLB Emiten Bank Bulan Ini: BMAS dan BJTM Ganti Direksi, NOBU Minta Rights Issue

Bisnis.com,05 Des 2022, 07:23 WIB
Penulis: Dionisio Damara
Kantor Bank Maspion (BMAS)/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak tiga emiten bank yakni PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS), PT BPD Jawa Timur Tbk. (BJTM), dan PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Desember 2022.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (4/12/2022), Bank Maspion akan menggelar RUPSLB di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (5/12/2022). Rapat tersebut akan dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.

Manajemen perseroan menjelaskan agenda RUPSLB akan membahas perubahan susunan direksi Bank Maspion, terhitung sejak tanggal terakhir atas selesainya pengambilalihan perseroan dan tanggal hasil diperolehnya fit and proper test dari OJK terkait dengan calon anggota direksi.

Bank Maspion resmi jatuh ke pelukan entitas keuangan asal Thailand, Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF). Pemegang saham bank tersebut juga sepakat mengangkat Kasemsri Charoensiddhi sebagai Direktur Utama.

KVF yang merupakan kelompok bisnis entitas perbankan Thailand, Kasikornbank Public Company Limited (KBank), menggenggam 67,5 persen saham di emiten bank berkode BMAS tersebut.

“Hal iItu mengakibatkan KVF dan Kbank secara bersama-sama memiliki sedikitnya sebesar 67,5 persen saham dalam perseroan, sehingga setelah Pengambilalihan selesai maka pemegang saham pengendali perseroan adalah KVF,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Sementara itu, Bank Jatim atau BJTM akan menggelar RUPSLB di kantor pusat perseroan yang terletak di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (7/12/2022) mendatang. Rapat akan dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.

Manajemen BJTM menyampaikan bahwa dalam rapat tersebut bakal pengangkatan direktur baru. Pemegang saham juga akan melakukan penyesuaian atas susunan anggota direksi.

Rights Issue

Di sisi lain, Bank Nobu juga akan menggelar RUPSLB pada Desember 2022. Perseroan akan menggelar rapat di Jakarta Selatan pada 20 Desember mendatang. Ada dua agenda yang akan dibahas dalam rapat, salah satunya terkait restu penambahan modal dengan skema rights issue.

Untuk agenda pertama, emiten berkode saham NOBU ini akan meminta persetujuan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No. 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

Agenda berikutnya, NOBU akan meminta persetujuan rencana perseroan untuk melakukan penawaran umum terbatas dalam rangka penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue.

Adapun persetujuan ini bertalian dengan rencana inbreng yang terkait dengan rights issue, apabila terdapat sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Sebagaimana diketahui, NOBU berencana menambah modal lewat skema rights issue dengan menerbitkan 681 juta saham baru. Dalam keterbukaan informasi, perseroan berencana membanderol saham seharga Rp100 per unit. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini