Leasing Bank Mandiri (MTF) Raup Laba Rp638 miliar dalam 11 Bulan

Bisnis.com,09 Des 2022, 18:00 WIB
Penulis: Nabil Syarifudin Al Faruq
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Leasing dalam konglomerasi Bank Mandiri,  PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melaporkan membukukan laba Rp638 miliar per November 2022. 

Laba ini ditopang lonjakan pembiayaan yang mencapai Rp25 triliun per November 2022 atau naik sebesar 35 persen secara tahunan. 

"Dan kualitas Non Performance Financing (NPF) sebesar 0.71 persen," kata Direktur Sales & Distribusi Mandiri Tunas Finance William Francis Indra, Jumat (9/12/2022). 

William tidak merinci target pada 2023 mendatang. Meski demikian dia optimistis bisnis pembiayaan masih akan tumbuh. 

"Tahun depan kami melihat masih ada ruang pertumbuhan, namun belum kami rampungkan angka [target] nya," kata William lebih lanjut. 

Sementara itu, meningkatnya pembiayaan per November turut disumbang langkah perusahaan mendukung pameran otomotif. Terbaru dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun 2022, Semarang akhir November 2022 lalu, MTF mengantongi penyaluran pembiayaan sebesar Rp401 miliar. 

“Pencapaian yanga telah diperoleh tersebut merupakan bentuk dukungan dari berbagai pihak yang turut terlibat. Acara GIIAS Semarang 2022 kami harapkan dapat menggerakan roda perekonomian Jawa Tengah dan tentunya untuk memudahkan masyarakat dalam hal pencairan dana tunai yang kompetitif,” Ujar Willaim lebih lanjut.

Secara industri, Otoritas Jasa Keuanga (OJK) melaporkan bahwa jumlah penyaluran pembiayaan hingga Oktober 2022 mencapai Rp427 triliun, di mana kategori lainnya yang menjadi penyumbang utama sebesar Rp220 triliun, diikuti oleh usaha besar yang mencapai Rp66,76 triliun, usaha menegah Rp48,81 triliun, usaha kecil Rp46 triliun dan usaha mikro Rp45 triliun.

Adapun jumlah aset lembaga pembiayaan hingga Oktober 2022 mencapai Rp629 triliun, perolehan ini dikontirubusi dari aset perusahaan pembiayaan yang mencapai Rp474 triliun, perushaan modal ventura Rp24 triliun, dan perusahaan pembiayaan infrastruktur Rp130 triliun.

Secara jumlah industri, perusahaan pembiayaan tercatat mencapai 154 unit, sementara perusahaan modal ventura mencapai 54 unit, dan perusahaan pembiayaan infrastruktur diperolehn 2 unit. Alhasil hingga Oktober 2022 OJK mencatat sebanyak 210 unit di lembaga pembiayaan.

Kemudian, piutang pembiayaan neto berdasarkan jenis kegiatan usaha hingga Oktober mencapai Rp402 triliun. Capain ini dikontribusi dari pembiayaan investasi yang mencapai Rp137 triliun, pembiayaan modal kerja mencapai Rp37 triliun, pembiyaan multiguna diperoleh sebesa Rp209 triliun, dan pembiyaan lainnya berdasarkan persetujuan OJK mencapai Rp463 miliar serta pembiyaan berdasarkan prinsip syariah mencapai Rp18,26 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini