Sulsel Masuk Alur Laut Kepulauan Indonesia II, Ekonomi Bakal Terpacu

Bisnis.com,11 Des 2022, 13:33 WIB
Penulis: Nugroho Nafika Kassa
Aktifitas bongkar muat KM Selat Mas di Makassar New Port, Sulawesi Selatan (11/9/2022)./Bisnis - Adam

Bisnis.com, MAKASSAR - Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk ke dalam jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan oleh karenanya akan muncul dampak signifikan pada peningkatan investasi di wilayah ini. Sektor infrastruktur dinilai akan terdongkrak seiring aktivitas pelayaran yang melewati perairan Sulsel.

Ekonom Universitas Hasanuddin Prof Hamid Paddu mengatakan, keberadaan Sulsel pada jalur ALKI II ini harus menjadi gambaran para investor dan para pedagang, bahwa Sulsel merupakan pintu ke wilayah internasional. Oleh karena itu harus disiapkan sumber daya yang mau diperdagangkan.

"Artinya harus ada industri pengolahan yang berkembang di Sulsel, yang mengolah bahan-bahan pertanian, ada pabriknya, yang dimuat di Makassar dan langsung keluar. Makanya investasi sangat potensial berasal dari sini," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (9/12/2022).

Masuknya Sulsel di jalur ALKI II menegaskan wilayah ini sangat strategis, harusnya bisa menjadi pintu untuk langsung ke negara-negara tujuan utama perdagangan ekspor impor Indonesia. Sulsel baginya harus memiliki jalur yang sifatnya pelayaran niaga secara langsung ke negara tujuan.

"Selama ini kan kalau kita mau ekspor tidak langsung ke negara tujuan, tapi dikumpulkan kemudian bergabung di Surabaya. Itu biasa yang bertambah lama dan mahal. Makanya pemerintah daerah harusnya sudah mengusulkan kepada pusat supaya diberikan jalur pelayaran langsung," terangnya.

Pemerintah juga harus sigap menyiapkan potensi ini agar industri berkembang, yang menyebabkan ada barang bisa dikapalkan. Selanjutnya, Sulsel harus menyiapkan berbagai infrastruktur yang mendukung, agar mobilisasi barang dari wilayah-wilayah di Sulsel masuk dengan cepat dan volume yang masuk ke pelabuhan Makassar besar.

"Dari segala persiapan ini, investasi akan terdorong. Jalanan dan kereta api segera diselesaikan, supaya sentra produksi langsung terhubung ke pelabuhan. Maka potensi investasi kita di tahun-tahun yang akan datang akan semakin besar," tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel Sulkaf S. Latief mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan berbagai proyek untuk diserahkan kepada para investor demi mendukung investasi dari efek ALKI II.

Salah satunya akan melakukan pengembangan Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru tahun depan. Pelabuhan ini akan mendukung bongkar muat kapal yang akan melalui Selat Makassar.

"Jalur ALKI II pasti menarik investasi. Itu kan artinya kita dilewati, jadi pelabuhan bisa terus jalan. Di Barru kita akan fokuskan ke investasi dok kapal," terangnya.

Diketahui realisasi investasi Sulsel hingga triwulan III/2022 telah mencapai Rp9,991 triliun dari target RPJMD yang hanya Rp9 tiliun. Sulkaf memproyeksi realisasinya bisa meningkat sampai Rp12 triliun hingga akhir 2022, dan akan terus meningkat di 2023 mendatang.

Sementara jalur ALKI merupakan alur untuk pelayaran dan penerbangan yang dapat dimanfaatkan oleh kapal atau pesawat udara asing diatas laut tersebut. Pada jalur ALKI dilaksanakan pelayaran dan penerbangan damai dengan cara normal.

Jalur ALKI II sendiri melintasi Selat Lombok – Selat Makassar – Laut Sulawesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Miftahul Ulum
Terkini