Saham BCA (BBCA) Lesu, John Kosasih Borong Rp495 Juta

Bisnis.com,13 Jan 2023, 08:25 WIB
Penulis: Alifian Asmaaysi
Nasabah melakukan transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) di Jakarta, Kamis (5/1/2023). /Bisnis-Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur PT Bank Central Asia Tbk. John Kosasih dilaporkan memborong 60.000 saham BBCA, Kamis (5/1/2023).

Pada saat transaksi berlangsung, saham BBCA tengah anjlok 1,20 persen pada level Rp8.250. Dengan demikian, John Kosasih diperkirakan merogoh kocek Rp495 juta untuk mempertebal portofolionya.

Mengutip keterbukaan informasi yang dibagikan BBCA pada Selasa (10/1/2023), jumlah kepemilikan saham John Kosasih dilaporkan tumbuh 21,29 persen.

"Jumlah saham sebelum transaksi yakni 221.765 lembar adapun jumlah saham setelah transaksi sebesar 281.765 lembar," jelas Raymon Yunarto selaku Corporate Secretary BBCA dikutip Kamis (12/1/2023).

Adapun, tujuan transaksi tersebut adalah kepentingan investasi dengan status kepemilikan langsung.

Sementara itu, dalam sepekan terakhir, kinerja saham BBCA memang terkoreksi sebesar 0,91 persen dengan rincian rentang harga terendah sempat menyentuh Rp8.000 dan tertingi Rp8.450.

Bahkan, level harga saham tertinggi dalam sepekan terakhir belum mampu mengimbangi kinerja harga saham BBCA yang pada akhir perdagangan 2022 Jumat (30/12/2022) ditutup masuk zona merah setelah turun 0,29 persen ke level Rp8.550.

Melemahnya saham BBCA, seiring dengan koreksi pada emiten bank jumbo lainnya. Salah satunya saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI yang dalam sepekan anjlok 6,36 persen.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI juga terkoreksi 3,02 persen dalam sepekan.

Bank lain, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN anjlok 6,39 persen ke level Rp1.245 pada Selasa (10/1/2023).

Alhasil, melorotnya saham big cap dalam beberapa waktu lalu tersebut turut mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam dua hari belakangan masuk zona merah menjadi 6.584 pada Rabu (11/1/2023), yang mana sektor keuangan menyumbang penurunan sebesar 5,45 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini