Top 5 News BisnisIndonesia.id: Pemusnahan Baja Ilegal hingga NPL Fintech Lending

Bisnis.com,15 Jan 2023, 07:48 WIB
Penulis: Emanuel B. Caesario
Ilustrasi top 5. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Peningkatan konsumsi baja nasional ditengarai memicu sejumlah perusahaan nakal memproduksi baja tidak berstandar mutu SNI demi meraup untung besar kendati dengan cara ilegal.

Berita tentang aksi curang pelaku industri baja menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Minggu (15/1/2023):

1. Daftar Hitam & Jurus Erick Thohir Benahi Dana Pensiun BUMN

Rencana penyiapan aturan blacklist untuk jajaran komisaris dan direksi perusahaan pelat merah sudah digemakan sejak tahun lalu. Aturan tersebut dibuat untuk menghindari mereka yang terlibat kasus hukum hingga terlibat korupsi.

Rencana tersebut kembali dipertegas oleh Menteri BUMN Erick Thohir di hadapan direksi dana pensiun pelat merah. Dia mengumumkan akan melakukan blacklist direksi yang hanya bisa dibatalkan oleh presiden.

Meskipun diumumkan di depan direksi dana pensiun, penerapan aturan tersebut tidak berkaitan langsung dengan sektor tersebut.

 

2. Berkat Xi Jinping, Emiten Sandiaga Uno (MDKA) Ketiban Berkah

Sejalan dengan prospek cerah harga minyak dan tembaga pada 2023, harga saham sederet emiten Tanah Air dengan bisnis terkait sektor tersebut tancap gas sejak awal tahun ini. Pergerakan saham emiten pertambangan logam terafiliasi Grup Saratoga yang dimiliki Sandiaga Uno, PT Merdeka Copper Gold Tbk, melaju ke zona hijau sejak awal 2023.

Selama satu tahun berjalan, atau year-to-date (YtD) saham emiten dengan kode saham MDKA tersebut sudah naik sebesar 9,22 persen. Sementara selama satu tahun peningkatan harga saham sebesar 18,16 persen.

Adapun sinyal dari Negeri Panda, China semakin memperkokoh prospek postif tersebut setelah komoditas semakin cuan dengan pembukaan sepenuhnya kebijakan anti Covid-19. Kalangan analis global meramalkan terdapat sejumlah komoditas yang akan diuntungkan dengan pembukaan kembali China. Dua di antaranya yang paling mencuri perhatian adalah tembaga dan minyak.

 

3. Aksi Culas Industri di Tengah Kenaikan Permintaan Baja RI

Sedikitnya 2.302 ton baja tidak berstandar dimusnahkan oleh pemerintah belum lama ini. Meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri ditengarai memicu sejumlah perusahaan memproduksi produk nonlinsensi demi meraup cuan dengan cara ilegal. 

Ribuan baja tulangan beton (BjTB) ini dimusnahkan di kawasan Tangerang, Banten pada Kamis (12/1/2023). Pemusnahan ini disebut untuk menciptakan efek jera bagi produsen, sehingga memproduksi barang sesuai mutu standar yang berlaku. 

Baja tulangan beton sebanyak 419.537 batang senilai Rp32,23 miliar tersebut bukan berasal dari impor, melainkan diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan asal China, PT Long Teng Iron and Steel. 

Temuan ini didapati dalam operasi bersama Kementerian Perdagangan bersama dengan seperti Kemendag, Kemenperin, Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Pencegahan Tipikor Polri, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten. 


 

4. Hitung-Hitungan Rencana Kopi Kenangan IPO di Lantai Bursa

Sejumlah perusahaan startup termasuk Kopi Kenangan tengah mempertimbangkan untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering atau IPO. Meskipun demikian, dalam realisasinya perusahaan ini tak ingin terburu-buru, mengingat kondisi pasar saat ini terbilang belum tepat membawa startup ke lantai bursa. 

Situasi tersebut tecermin dari beberapa startup jumbo yang lebih dulu melantai seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang harga sahamnya anjlok menjauhi harga IPO.

Kondisi tersebut diperparah dengan aksi efisiensi beberapa dari perusahaan digital dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan secara besar-besaran. Hal itu semakin menjadi pemberat untuk mengangkat harga saham kembali meroket.

Sebab, sebelum fenomena ‘winter is coming’ di dunia startup secara global, emiten teknologi sempat merajai pasar dengan kenaikan harga saham yang cukup fantastis, hingga ratusan persen. Tak ayal, kondisi pasar yang terkoreksi sejak 2022 itu membuat perusahaan modal ventura menunda rencananya untuk membawa portofolionya melantai di pasar modal tahun ini.

(Kiri-kanan): General Manager Kopi Kenangan Malaysia Jordan Lung; CEO & Co-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata; Deputy for Marketing, Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini; dan Chief Business Development Officer & Co-Founder Kopi Kenangan James Prananto - Bisnis / Aprianus Doni Tolok

 

5. Generasi Z dan Milenial Dominasi Kredit Macet Fintech Lending

Generasi Z dan milenial atau masyarakat dalam rentang usia 19 tahun—34 tahun mendominasi kredit macet pada pinjaman online (pinjol) fintech lending. 

Berdasarkan data Statistik Fintech Lending periode November 2022 yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 Januari 2023, nilai kredit macet dengan tunggakan di atas 90 hari rentang usia 19–34 tahun mencapai Rp766,40 miliar atau berkontribusi 53,9 persen.

Sementara itu untuk nasabah dengan rentang usia 35 tahun–54 tahun mencatatkan outstanding pinjaman macet sebesar Rp417,55 miliar. Lalu, nasabah di atas 54 tahun sebesar Rp26,30 miliar serta nasabah dengan usia di bawah 19 tahun mencatatkan kredit macet sebesar Rp1,71 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Emanuel B. Caesario
Terkini