Laba BNI (BBNI) 2022 Melesat, Bagaimana Bank Jumbo Lain?

Bisnis.com,25 Jan 2023, 10:29 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Ilustrasi.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) telah membukukan pertumbuhan laba yang terbilang pesat, yakni 68 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp18,31 triliun. Selain BNI, bank jumbo lainnya memang diproyeksikan mencatatkan keuntungan besar selama 2022.

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan bahwa laba bank besar seperti BNI, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) akan meningkat signifikan pada 2022 secara full year.

"Hal ini sebenarnya sudah bisa dilihat dari perkembangan laba bersih dari kuartal I/2022 sampai kuartal III/2022," katanya kepada Bisnis pada Rabu (25/1/2023). 

Selain itu, menurutnya capaian laba bank-bank besar itu juga terdorong oleh pertumbuhan kredit yang solid dan kenaikan marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) pada 2022.

BNI sendiri diproyeksikan mencatatkan laba 62 persen pada 2022 menjadi Rp17,7 triliun. Sementara, berdasarkan paparan publik, BNI mencatatkan laba di atas proyeksi tersebut, yakni Rp18,31 triliun dan tumbuh 68 persen yoy.

Arjun mengatakan bank lainnya seperti BCA juga diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan laba pesat, 24 persen yoy menjadi Rp38,91 triliun pada 2022. Sementara, hingga kuartal III/2022, BCA bersama dengan entitas anak tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp29 triliun, naik 24,8 persen yoy.

BRI diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan laba 47 persen menjadi Rp49,26 triliun pada 2022. Hingga September 2022, BRI dan entitas anak telah berhasil membukukan laba bersih Rp39,31 triliun dan tumbuh 106,14 persen yoy.

Kemudian, laba bersih Bank Mandiri pada 2022 diproyeksikan naik 41 persen jadi Rp39,61 triliun. Emiten bank berkode BMRI ini tercatat memperoleh laba Rp30,7 triliun atau tumbuh 59,4 persen yoy pada kuartal III/2022.

Arjun mengatakan bahwa pada tahun ini pun bank-bank besar diproyeksikan meneruskan tren positif. Faktor utamanya menurutnya adalah penguatan pertumbuhan kredit yang diproyeksi dobel digit. 

"Pertumbuhan DPK [dana pihak ketiga] juga akan meningkat, apalagi jika bank-bank besar tersebut dipilih oleh BI [Bank Indonesia] menjadi bank DHE [devisa hasil ekspor] maka akan menjadi faktor positif tambahan," ungkap Arjun.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam paparannya kemarin (24/1/2023) juga mengatakan bahwa laba bersih konsolidasi yang tercatat Rp18,31 triliun itu merupakan tertinggi sepanjang sejarah BNI.

Capaian laba tertinggi BNI dalam sejarah ini disokong oleh pertumbuhan fee based income yang optimal mencapai 14,82 persen sepanjang 2022 atau naik 119 basis poin (bps) bila dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2021 sebesar 13,63 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini