Benarkah Orang Kaya Paling Banyak Pakai BPJS Kesehatan? Ini Jawaban Dirut

Bisnis.com,30 Jan 2023, 13:39 WIB
Penulis: Pernita Hestin Untari
Karyawan di salah satu berada kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Selasa (12/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA— Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti memberikan klarifikasi kelompok paling banyak yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan adalah orang kaya.

Dia memastikan kelompok yang paling banyak memanfaaatkan pelayanan kesehatan dengan biaya terbesar adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Orang kira yang paling banyak menggunakan BPJS Kesehatan itu bukan segmen PBI, tetapi orang kaya. Padahal datanya tidak begitu,” kata kata Ali dalam acara Diskusi Publik dengan Tema “Outlook JKN: Satu Dekade Jaminan Kesehatan Nasional, Sudahkah Sesuai Harapan?” di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2023).

Ali menjelaskan bahwa jumlah kasus pemanfaatannya dari kelompok PBI mencapai 31.930.000, dengan biaya yang dibayarkan lebih dari Rp27,5 triliun pada 2021 dan 2022.

Sementara itu, untuk Pekerja Penerima Upah (PPU) jumlah kasusnya yakni 28.360.000 dengan biaya Rp24,1 triliun.

Kemudian, Pekerja Bukan Penerima Upah/Mandiri kasusnya mencapai 26.240.000 dengan biaya yang dibayarkan BPJS Kesehatan mencapai Rp20,2 triliun. Terakhi, Bukan pekerja (BP) mencapai 8.900.000 kasus dengan biaya Rp5,9 triliun.

Adapun, total jumlah kasus pada 2021 dan 2022 mencapai 95.430.000 kasus dengan biaya yang dibayarkan Rp77,8 triliun.

Penyakit jantung merupakan penyakit dengan biaya terbesar yang paling banyak dimanfaatkan oleh kelompok PBI. Perinciannya yakni 4.285.538 jumlah kasus penyakit jantung, dengan biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan mencapai Rp3,2 triliun pada 2021 dan 2022.

Sementara itu, total kepesertaan JKN mencapai 248.771.083 jiwa pada 2022. Penerima Bantuan Iuran (PBI) mencapai 151.798.726 jiwa dengan perinciannya PBI APBN 111.035.093 jiwa, dan PBI APBD 40.763.633 jiwa. Sementara itu untuk peserta non PBI 96.972.357 jiwa.

Dia mengatakan perincian total iuran pada 2022 totalnya yang mencapai Rp144 triliun (unaudited) dengan rincian PBI APBN Rp46 triliun, PBI APBD Rp16,6 triliun, dan non PBI Rp81,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini