Awas Pembobolan Rekening via Whatsapp, Ini Cara Mencegahnya

Bisnis.com,30 Jan 2023, 16:59 WIB
Penulis: Ileny Rizky
Ilustrasi kejahatan di sektor finansial. /Freepik

Bisnis.com, Jakarta – Modus penipuan pembobolan rekening kini makin menjadi. Belakangan ini tengah viral kasus undangan pernikahan yang dapat membobol rekening melalui WhatsApp. Dengan demikian Anda perlu mengantisipasi insiden ini.

Modus terbaru pembobolan rekening dilakukan oleh pelaku dengan menghubungi korban melalui WhatsApp. Kemudian pelaku akan memberitahukan bahwa korban mendapatkan undangan pernikahan, dengan mencantumkan link yang nantinya akan dibuka oleh korban.

Berdasarkan keterangan dari salah satu korban, dikatakan bahwa link tersebut akan membawa Anda untuk menginstall suatu aplikasi. Kemudian apabila penerima pesan ini menginstal dan membuka aplikasi tersebut, maka informasi pribadi pengguna akan dicuri. Pelaku dapat dengan mudah membobol rekening pribadi atau m-banking korban.

Simak tips untuk menghindari dan mencegah risiko pembobolan rekening:

1. Jaga Keamanan Data 

Hal utama yang harus dilakukan oleh setiap pemilik rekening bank adalah melindungi data pribadi yang berkaitan dengan akun perbankan. Pastikan Anda selalu merahasiakan data pribadi seperti user ID, password, PIN, kode OTP, kode kartu dan lainnya.

Selain itu, usahakan untuk menyimpan buku tabungan ditempat yang aman dan tidak mudah terjamah orang lain. Jangan sampai data Anda diketahui oleh orang lain, termasuk keluarga Anda. Sebab, jika data ini sudah jatuh ketangan orang lain, siap-siap data Anda akan disalahgunakan.

2.  Lakukan Cek Saldo Berkala

Cara menghindari pembobolan rekening juga dapat dilakukan dengan mengontrol riwayat transaksi. Artinya, disarankan untuk melakukan cek saldo secara berkala atau rutin. Demi mempermudah Anda dalam mengecek saldo, gunakanlah mobile banking. Ini memungkinkan Anda mengecek transaksi keuangan tanpa perlu ribet pergi ke ATM. 

Cukup hubungkan akun rekening Anda di perangkat seluler pribadi, Anda sudah dapat dengan mudah melakukan transaksi. Meskipun begitu, Anda juga harus menjaga keamanan data rekening di handphone Anda.

3. Aktifkan Notifikasi SMS

Aktifkan fitur notifikasi melalui SMS. Ini dapat lebih memudahkan Anda dalam mengetahui adanya transaksi masuk dan keluar selain memanfaatkan mobile banking. Pihak bank akan secara otomatis mengirimkan SMS pemberitahuan ke nomor telepon yang sudah Anda daftarkan sebelumnya.

4. Hindari Pemakaian Wifi Publik

Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa wifi publik atau free wifi yang biasanya sering dijumpai di berbagai fasilitas umum itu sangat berbahaya. Pasalnya, ini akan memicu cyber crime yang terjadi dengan memanfaatkan wifi public.

Pelaku akan dengan mudah membobol informasi, termasuk data rekening Anda melalui wifi publik ini.  Para pelaku kejahatan diam-diam akan mengambil data-data pribadi mu secara ilegal.

Mengetahui hal ini, hendaknya Anda dapat menghindari penggunaan free wifi secara sembarang. Lebih baik Anda tidak terhubung dengan internet dalam beberapa waktu daripada Anda harus menanggalkan risiko pencurian data.

5. Atur Verifikasi Dua Langkah

Menjadi penting bagi Anda untuk mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah pada aplikasi pesan maupun aplikasi M-banking Anda. Ini dipercaya dapat lebih memperkuat keamanan data dan privasi pada perangkat Anda. Menjaga keamanan data di perangkat selular dilakukan dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah yang nantinya akan memungkinkan Anda melakukan pemindaian sidik jari atau wajah ketika hendak membuka aplikasi maupun melakukan transaksi.

6. Jangan Sembarang Buka Link

Belajar dari kasus pembobolan rekening melalui undangan WhatsApp, ini berpesan bahwa hendaknya Anda dapat lebih berhati-hati dan tidak gegabah dalam membuka alamat link, khususnya yang diterima dari orang yang tidak dikenal.

7. Lebih Waspada Saat Bertransaksi di ATM

Terakhir, jika Anda akan melakukan transaksi secara langsung melalui gerai ATM, pastikan Anda dapat lebih waspada agar terhindar dari pembobolan ATM. Sebab, banyak oknum yang telah diketahui menyabotase mesin ATM.

Umumnya modus kejahatan ini dilakukan dengan memasang benda atau alat yang mencurigakan di beberapa area mesin ATM umum. Alat inilah yang akan digunakan untuk membobol rekening tabungan.

Tak hanya itu, umumnya pelaku juga sering sengaja mencantumkan nomor telepon bank tidak resmi di sekitar ATM  untuk menipu para pengguna mesin ATM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Novita Sari Simamora
Terkini