Buah Manis Digitalisasi, BMRI hingga BRIS akan Semakin Agresif Adopsi Teknologi

Bisnis.com,03 Feb 2023, 05:00 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Ilustrasi transaksi digital. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah bank, mulai dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI hingga PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BRIS mencatatkan penurunan rasio biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO) sepanjang 2022. Hal ini seiring gencarnya digitalisasi yang dilakukan.

Adapun semakin rendah BOPO, artinya bank semakin efisien menjalankan bisnisnya.

BSI pada akhir 2022 mencatat rasio BOPO 75,88 persen, turun 488 basis poin (bps) dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu. 

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bahwa operasional BSI kini lebih efisien berkat digitalisasi yang gencar dilakukan. Dalam rangka transformasi digital, BSI mengandalkan platform BSI Mobile. 

"Ke depannya, kami akan kembangkan lagi teknologi ini. Kami tingkatkan UI/UX [user interface/user experience] agar bisa memberikan kenyamanan bagi nasabah," katanya dalam paparan kinerja BSI pada Rabu (1/2/2023).

Begitu juga dengan Bank Mandiri yang mencatatkan penurunan rasio BOPO sebesar 991 bps secara tahunan menjadi 57,35 persen pada 2022.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa hal tersebut meruapakan buah dari transformasi digital. 

"Ke depan, Bank Mandiri akan semakin mendorong pengembangan digital untuk menangkap potensi pertumbuhan bisnis secara jangka panjang," ujarnya.

Sementara, PT Bank Mandiri Taspen (BMTP) mencatatkan penurunan rasio BOPO 977 bps secara tahunan. Lebih rinci, pada kuartal IV/2021 BOPO BMTP sebesar 81,41 persen dan menurun menjadi 71,64 persen pada kuartal IV/2022.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga mencatatkan penurunan BOPO 1.255 bps secara tahunan menjadi 68,63 persen pada 2022. Sebelumnya, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa tren penurunan BOPO di BNI ini didorong oleh upaya-upaya efisiensi beban operasional. 

"BNI menekankan cost-consciousness terhadap seluruh unit kerja agar melakukan skala prioritas penggunaan anggaran beban operasional pada aktivitas maupun program yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan bisnis," katanya kepada Bisnis.

Selain itu, BNI proaktif mendorong pendapatan operasional. "Kami juga berupaya meningkatkan transaksi nasabah di BNI agar berdampak optimal terhadap penerimaan fee based income," ujarnya.

Begitu juga dengan BCA yang mencatatkan penurunan BOPO 761 bps secara tahunan pada 2022 menjadi 46,54 persen. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn mengatakan bahwa semakin efisiennya operasional bisnis perseroan didorong oleh optimalisasi transaksi melalui layanan perbankan digital dan transaksi non-tunai.

"Kami juga terus memastikan operasional perbankan tetap berjalan optimal agar nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi perbankan dengan lancar, aman, dan nyaman," ujarnya kepada Bisnis.

Kemudian, PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) mencatatkan penurunan rasio BOPO 541 bps pada 2022 menjadi 71,08 persen. 

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa dengan semakin kecilnya BOPO di bank, operasional bisnis menjadi lebih efisien. "Ini terjadi karena perbankan menekan biaya bunga dan beban biaya operasional yang rendah," ujarnya. Sementara, digitalisasi menurutnya menjadi salah satu kunci upaya bank dalam menekan biaya operasional tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini