Tok! DPR Tetapkan Filianingsih Hendarta Jadi Deputi Gubernur BI Terpilih

Bisnis.com,13 Feb 2023, 15:40 WIB
Penulis: Maria Elena
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta (dalam layar) memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Filianingsih Hendarta sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih untuk periode 2023-2028 pada hari ini, Senin (13/2/2023).

“Sudah [ditetapkan], Filianingsih. Pertimbanganya tadi rapat internal antar Kapoksi [Kepala Kelompok Fraksi], dan diputuskan secara aklamasi,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Senin (13/2/2023).

Sebagaimana diketahui, Fili nantinya akan menggantikan posisi Dody Budi Waluyo yang masa jabatannya berakhir pada April 2023 mendatang.

Dalam paparannya saat fit & proper test, Fili menyampaikan visinya jika terpilih, yaitu mendorong terwujudnya perekonomian nasional yang berdaya tahan, progresif, dan inklusif, melalui strategi akselerasi transformasi ekonomi dan keuangan digital yang efektif dan sinergis untuk kebangkitan Indonesia.

Dia mengatakan bahwa laju perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid-19 masih dibayangi oleh ketidakpastian global yang tinggi dan scarring effect akibat pandemi, serta risiko resesi global yang disertai dengan laju inflasi yang tinggi.

Oleh karena itu, strategi kebijakan menurutnya tidak bisa lagi diramu berdasarkan business as usual, diperlukan upaya untuk bisa menangkap peluang yang muncul dari perubahan lingkungan strategis yang ada saat ini.

Dia menyampaikan, visi tersebut akan diwujudkan melalui tiga strategi, diantaranya mengawal stabilitas moneter, memastikan dukungan pembiayaan ekonomi yang memadai dan inklusif, serta merumuskan dan mengimplementasikan langkah konkrit untuk mengakselerasi transformasi ekonomi dan keuangan digital.

Strategi pertama, imbhnya, akan dilakukan melalui pengendalian inflasi sesuai target sasarannya dan pengendalian nilai tukar rupiah yang stabil untuk mendukung ekonomi yang berdaya tahan.

“Dari sisi moneter, kebijakan suku bunga yang pro-stabilitas perlu dipertahankan. Di sisi nilai tukar, pasokan devisa, pengelolaan kewajiban valas terus diperkuat, pengayaan instrumen operasi moneter valas juga terus dilakukan termasuk term deposit valas devisa hasil ekspor,” katanya.

Di samping itu, beberapa kebijakan yang juga akan didorong yaitu perluasan instrumen hedging, termasuk swap hedging syariah, serta pengelolaan SBN di pasar sekunder untuk mendorong masuknya aliran modal asing.

Untuk pengendalian inflasi, koordinasi pengendalian inflasi akan terus dimantapkan, diantaranya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan penguatan Tim Pengendali inflasi, baik pusat maupun daerah, juga kolaborasi dengan tim percepatan dan perluasan digitalisasi di daerah.

Strategi kedua, memastikan dukungan pembiayaan yang memadai dan inklusif, intermediasi perbankan akan terus didorong untuk sektor UMKM dan ekonomi hijau guna mendorong inklusi dan keuangan yang berkelanjutan.

Sementara strategi ketiga akan dilakukan dengan mengimplementasikan langkah nyata akselerasi transformasi ekonomi keuangan digital untuk mengawal momentum yang sudah terjadi saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini