Kurs Dolar di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Hari Ini (15/2/2023)

Bisnis.com,15 Feb 2023, 10:39 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Foto gambar mata uang rupiah dengan nominal Rp100.000. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang rupiah dibuka melemah di hadapan dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (15/2/2023) seiring dengan tertekannya mata uang Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah dibuka melemah 0,05 persen atau 8 poin ke posisi Rp15.174 per dolar AS. Mata uang asing juga terpantau dibuka bervariasi pada pagi ini. Yen Jepang terlihat menguat 0,39 persen, Dolar Hong Kong menguat 0,04 persen, dan Bath Thailand menguat 0,04 persen. 

Sementara itu mata uang yang terpantau melemah dihadapan dolar AS yaitu, Dolar Singapura melemah 0,02 persen, Dolar Taiwan melemah 0,34 persen, Won Korea melemah 0,49 persen, Peso Philipina melemah 0,19 persen, Rupee India melemah 0,05 persen, Yuan China melemah 0,001 persen, dan Ringgit Malaysia melemah 0,34 persen. 

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp15.166 per dolar AS. 

Analis MIFX Faisyal mengatakan pelemahan dolar AS terjadi di tengah outlook terkoreksinya kinerja dolar AS seiring meredanya ketegangan antara AS dengan China. “Selanjutnya fokus utama pasar pada akan tertuju ke data CPI AS yang dirilis pada pukul 20:30 WIB serta serangkaian pidato pejabat Fed seperti Lorie Logan pada pukul 23:00 WIB, Patrick Harker pada pukul 23:30 WIB dan John Williams pada Rabu dini hari pukul 02:05 WIB,” katanya, dikutip Rabu (15/2/2023). 

Sementara itu, Macro Strategist Samuel Sekuritas Indonesia Lionel Priyadi menyebutkan sentimen pendorong penguatan rupiah di antaranya DPR yang memilih Filianingsih Hendarta sebagai Deputi Gubernur BI. 

Filianingsih merupakan figure internal dari Bank Indonesia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan System Pembayaran, yang akan menggantikan Deputi Gubernur Dody Budi Waluyo yang tenurnya akan habis pada April tahun ini. 

Lantas, berapa kurs dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini, Rabu (15/2/2023)?

Kurs Jual Beli Dolar AS di BCA Hari Ini

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 09.23 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.174 dan harga jual sebesar Rp15.194 berdasarkan e-rate.

Lalu, berdasarkan bank notes, BCA pada pukul 08.29 WIB menetapkan harga beli sebesar Rp15.020 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.320 per dolar AS.

Kurs              Beli (Rp)   Jual (Rp)

TT Counter  15.020     15.320

E Rate           15.174     15.194

Bank Notes15.020      15.320

Kurs Jual Beli Dolar AS di BRI Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 09.17 WIB masing-masing sebesar Rp15.165 dan Rp15.180 untuk e-rate.

Kemudian BRI menetapkan harga beli TT counter sebesar Rp15.085 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.285 per dolar AS.

Kurs                 Beli (Rp)   Jual (Rp)

TT Counter     15.085     15.285

E Rate              15.165     15.180

Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri Hari Ini

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 08.50 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.160 dan harga jual sebesar Rp15.180 berdasarkan e-rate.

Lalu, Bank Mandiri menetapkan bank notes dengan harga beli sebesar Rp15.000 per dolar AS, sedangkan harga jual sebesar Rp15.350 per dolar AS.

Kurs                Beli (Rp)   Jual (Rp)

TT Counter    15.000      15.350

E Rate             15.160      15.180

Bank Notes    15.000     15.350

Kurs Jual Beli Dolar AS di BNI Hari Ini

Adapun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk e-rate pada pukul 09.10 WIB masing-masing sebesar Rp15.150 dan Rp15.170

Untuk bank notes BNI pada 09.20 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp14.995 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.345 per dolar AS.

Kurs                Beli (Rp)   Jual (Rp)

TT Counter    14.995     15.345

E Rate             15.150     15.170

Bank Notes    14.995     15.345

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini