Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, & BNI Jelang RDG BI Hari Ini (16/2/2023)

Bisnis.com,16 Feb 2023, 10:42 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer, Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi masih tertekan dolar AS akibat tingginya inflasi AS membuka peluang kenaikan suku bunga The Fed lanjutan. Di sisi lain, investor memantau data ekonomi domestik seperti neraca perdagangan hasil rapat Bank Indonesia (BI) hari ini (16/2/2023).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif dan ditutup melemah di rentang Rp15.190 - Rp15.240 per dolar AS pada Kamis (16/2/2023).

Ibrahim menilai dolar AS mendapat dukungan di Asia setelah inflasi AS yang sangat tinggi, menunjukkan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari yang diharapkan investor. 

Dari sisi domestik, Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada Januari 2023 mengalami surplus sebesar US$3,87 miliar atau setara dengan Rp58,9 triliun pada Januari 2023. 

Selain itu, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal keempat 2022 tetap terkendali. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal keempat 2022 tercatat sebesar US$396,8 miliar.  

Surplus neraca perdagangan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) disebut dapat menjadi sentimen penguatan rupiah dalam jangka. Namun, pelaku pasar juga perlu mewaspadai agresivitas moneter Bank Sentral AS Federal Reserve.  

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan neraca perdagangan yang surplus menjadi tanda bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih cukup bagus untuk saat ini dan dapat menjadi penopang penguatan rupiah ke depan.  

Namun demikian, kata Ariston, secara historis, pergerakan rupiah sangat dipengaruhi oleh sentimen dari luar. Ekspektasi terhadap lanjutan kenaikan suku bunga acuan AS memberikan tekanan ke rupiah. 

Lantas, berapa kurs dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini, Kamis (16/2/2023)?

Kurs Jual Beli Dolar AS di BCA Hari Ini

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 09.31 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.169 dan harga jual sebesar Rp15.189 berdasarkan e-rate.

Lalu, berdasarkan bank notes, BCA pada pukul 08.36 WIB menetapkan harga beli sebesar Rp15.065 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.365 per dolar AS.

Kurs               Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter   15.055      15.355

E Rate            15.169      15.189

Bank Notes   15.065     15.365

Kurs Jual Beli Dolar AS di BRI Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 09.30 WIB masing-masing sebesar Rp15.170 dan Rp15.185 untuk e-rate.

Kemudian BRI menetapkan harga beli TT counter sebesar Rp15.090 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.290 per dolar AS.

Kurs                Beli (Rp)    Jual (Rp)

TT Counter    15.090       15.290

E Rate             15.170       15.185

Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri Hari Ini

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 08.40 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.195 dan harga jual sebesar Rp15.215 berdasarkan e-rate.

Lalu, Bank Mandiri menetapkan bank notes dengan harga beli sebesar Rp15.000 per dolar AS, sedangkan harga jual sebesar Rp15.350 per dolar AS.

Kurs               Beli (Rp)     Jual (Rp)

TT Counter   15.000       15.350

E Rate            15.195       15.215

Bank Notes   15.000      15.350

Kurs Jual Beli Dolar AS di BNI Hari Ini

Adapun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk e-rate pada pukul 09.30 WIB masing-masing sebesar Rp15.192 dan Rp15.212

Untuk bank notes BNI pada 09.35 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp15.025 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp15.375  per dolar AS.

Kurs                Beli (Rp)   Jual (Rp)

TT Counter    15.025     15.375

E Rate             15.192     15.212

Bank Notes    15.025     15.375

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini