WOM Finance Bukukan Laba Rp197,6 Miliar, Intip Kinerjanya!

Bisnis.com,21 Feb 2023, 13:20 WIB
Penulis: Wibi Pangestu Pratama
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang WOM Finance di Depok, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WMOF) atau WOM Finance berhasil membukukan laba Rp197,6 miliar sepanjang 2022. Capaian tersebut melejit 79,5 persen (year-on-year/YoY) dari sebelumnya Rp110,06 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan 2022 audited, pendapatan dari pembiayaan konsumen, modal usaha, dan sewa pembiayaan WOM Finance pada 2022 mencapai Rp1,41 triliun. Jumlah itu naik 13,9 persen (YoY) dari Rp1,24 triliun.

Pada 2022, total pendapatan perseroan senilai Rp1,69 triliun tumbuh 7,8 persen (YoY) dari Rp1,57 triliun. Adapun, total beban pada 2022 senilai Rp1,412 triliun turun tipis 0,28 persen (YoY) dari Rp1,416 triliun.

Aset perseroan pada 2022 mencapai Rp5,64 triliun atau tumbuh 9,7 persen (YoY) dari Rp5,14 triliun, dengan liabilitas 2022 senilai Rp4,13 triliun yang naik 8,6 persen (YoY) dari Rp3,8 triliun. 

Lalu, ekuitas WOM Finance pada 2022 tercatat senilai Rp1,51 triliun atau naik 12,6 persen (YoY) dari Rp1,34 triliun.

Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia baik masih cukup baik, didukung dengan tingkat konsumsi dan investasi yang baik serta kinerja ekspor yang masih positif sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap kuat pada tahun 2023.

Sejalan dengan otpimisme tersebut WOM Finance sendiri telah mempersiapkan serangkaian strategi dan rencana bisnis dalam menghadapi tahun 2023, antara lain mengembangkan potensi bisnis, baik wilayah pembiayaan maupun kanal distribusi untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Kemudian, melakukan optimalisasi database atas existing customer perusahaan dengan kategori excellent - good. Perseroan juga melakukan digitalisasi proses bisnis untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.

“Kami juga akana melakukan perbaikan secara berkesinambungan terhadap proses inisiasi kredit dengan terus melakukan evaluasi kebijakan dan prosedur kredit. Selain itu, kami akan melakukan optimalisasi strategi penagihan yang mengutamakan penanganan early overdue,” ujar Djaja kepada Bisnis, Jumat (2/12/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini