Terpopuler Hari Ini: 14 Leasing Langgar Aturan Modal, Dosa KAP Crowe Indonesia di Mata OJK

Bisnis.com,01 Mar 2023, 12:37 WIB
Penulis: Annisa Sulistyo Rini
Ilustrasi sebanyak 14 multifinance melanggar ketentuan aturan modal, bahkan 3 di antarany dalam pengawasan khusus. Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Berita soal 14 multifinance yang belum memenuhi ketentuan aturan modal minimum paling banyak dibaca di Kanal Finansial Bisnis.com.

Selain itu, isu mengenai KAP Crowe Indonesia yang dikenai sanksi OJK buntut kasus Wanaartha Life juga mendapat perhatian pembaca.

Berikut selengkapnya 5 terpopuler Bisnis.com:

1. OJK: 14 Leasing Melanggar Ketentuan Modal Minimal Rp100 Miliar, 3 dalam Pengawasan Khusus

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa masih terdapat 14 perusahaan pembiayaan (multifinance) yang belum memenuhi ketentuan ekuitas Rp100 miliar per Januari 2023.

Sebagian perusahaan leasing kurang modal ini juga sedang dalam pengawasan khusus. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan bahwa hingga Januari 2023, masih terdapat perusahaan pembiayaan yang belum mampu memenuhi syarat ekuitas minimum senilai Rp100 miliar.

2. Dosa KAP Crowe Indonesia di Mata OJK hingga Kena Sanksi Buntut Kasus Wanaartha Life

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membatalkan izin Kantor Akuntan Publik (KAP) Crowe Indonesia atau Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo dan rekan (anggota dari Crowe Horwath International) karena dinilai terlibat dalam kasus Wanaartha Life.

Mereka membatalkan surat tanda terdaftar KAP yang dikenal sebagai representasi Crowe Indonesia itu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono mengatakan sanksi tersebut dampak dari pemeriksaan atas kasus PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life).

3. Akhir Kuasa AJB Bumiputera 1912 di Marein (MREI) dan Sejarah Panjang Kepemilikan Setengah Abad

Harga saham PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) atau Marein bergerak melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (28/2/2023).

Harga saham MREI ditutup menjadi Rp4.960 per lembar atau longsor 0,6 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Pergerakan tipis juga terjadi di hari sebelumnya dengan harga penutupan Rp4.990. Perubahan harga ini melonjak sejak Juli 2022, kala itu harga saham MREI berada pada level Rp2.940 per lembar.

4. Kabar Gembira! Gubernur BI Tegaskan Suku Bunga Acuan Tak Perlu Naik

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menegaskan bahwa suku bunga acuan tidak perlu naik lagi.

Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan sebesar 225 basis poin sejak Agustus 2022 telah memadai untuk menurunkan tingkat inflasi hingga akhir tahun.

Perry mengatakan bahwa stance kebijakan BI konsisten diarahkan untuk mengendalikan laju inflasi di dalam negeri.

5. Bos BI dan OJK Buka-bukaan, soal Bank Dinilai Tak Dukung Hilirisasi

Perbankan di Indonesia dinilai tak berpihak pada industri hilirisasi bahkan sempat disentil Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bos Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun memberikan jawaban terkait hal itu.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pada dasarnya regulator mendukung perbankan untuk memberikan pembiayaan pada industri hilirisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini