Pembiayaan Syariah Merekah, CIMB Niaga Finance Siap Ambil Peluang

Bisnis.com,06 Mar 2023, 22:20 WIB
Penulis: Aziz Rahardyan
Karyawan beraktivitas di kantor PT CIMB Niaga Auto Finance di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (3/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) berencana memperbesar porsi pembiayaan berskema syariah, seiring tren permintaan dari masyarakat yang cenderung menguat.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman menjelaskan bahwa optimisme tersebut turut tergambar dari capaian produk pembiayaan syariah besutannya sepanjang 2022, di mana telah mencapai sekitar 60 persen dari total penyaluran pembiayaan baru senilai Rp7,9 triliun.

"Pembiayaan di tahun ini harapannya tumbuh 15-20 persen, ke sekitar Rp8,5 triliun, dan harapannya 80 persen di antaranya berskema syariah. Tahun ini prospeknya dinilai bagus. Itulah kenapa sejak awal tahun ini kami menerbitkan sukuk, serta membuat produk pembiayaan syariah baru," ujarnya kepada Bisnis, Senin (6/3/2023).

Sebagai pengingat, CIMB Niaga Finance menerbitkan sukuk perdananya, Penawaran Umum Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar I CIMB Niaga Auto Finance Tahun 2023 senilai Rp1 triliun pada awal tahun ini. Terbagi dalam Seri A senilai Rp700 miliar dan Seri B senilai Rp300 miliar.

CIMB Niaga Finance melihat bahwa kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan pembiayaan syariah pun turut tergambar dari permintaan atas sukuk besutannya yang oversubscribed sampai 4,6 kali alias mencapai Rp4,6 triliun.

"Kami sampaikan setiap produk, seperti pembiayaan mobil baru dan mobil bekas, sudah punya penetrasi syariah sekitar 80 persen dari total. Nah, waktu penerbitan sukuk kami pun terbilang tepat, karena suku bunga acuan sempat naik lagi sekali. Jadi untuk operasional tahun ini, kami punya bekal sumber pendanaan skema syariah dengan bunga yang relatif murah," tambahnya.

Terkini, CIMB Niaga Finance sedang mempersiapkan produk syariah baru yang baru saja mendapatkan lisensi dari otoritas, yaitu untuk refinancing syariah alias produk pembiayaan multiguna dana tunai. Produk baru ini akan melengkapi pilihan skema syariah di setiap produk pembiayaan CIMB Niaga Finance, di samping produk utama yang berskema konvensional.

"Kami yakin pembiayaan syariah mampu menyumbang indikator positif bagi kami, antara lain target pertumbuhan pembiayaan baru, peningkatan piutang pembiayaan, juga kenaikan laba. Terlebih, ternyata kondisi perekonomian nasional tidak semengerikan seperti yang dibayangkan buat industri pembiayaan, walaupun harus tetap waspada," ujar pria yang akrab disapa Aris ini.

Sekadar informasi, berdasarkan statistik industri pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun piutang pembiayaan berprinsip syariah pada 2022 tumbuh 37,08 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp18,74 triliun dari sebelumnya Rp13,67 triliun pada akhir 2021.

Terkini, per akhir Januari 2023, nilai total piutang pembiayaan syariah industri multifinance naik lagi ke Rp19,08 triliun. Terbagi jenis pembiayaan jual-beli berdasarkan prinsip syariah Rp16,13 triliun, pembiayaan investasi berdasarkan prinsip syariah Rp502 miliar, dan pembiayaan jasa berdasarkan prinsip syariah Rp2,45 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ibad Durrohman
Terkini