Sah! BCA (BBCA) Tebar Dividen Rp205 Per Lembar Saham

Bisnis.com,16 Mar 2023, 13:49 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memberikan keterangan saat Paparan Kinerja Keuangan BCA Semester I 2022 di Jakarta, Rabu (27/7/2022). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA (BBCA) mengumumkan pembagian dividen tunai Rp205 per lembar saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Kamis (16/3/2023). 

"Sehubungan dengan laba bersih perseroan selama tahun buku 2022 yang sebesar Rp40,7 triliun, RUPST memutuskan penggunaan laba bersih perseroan antara lain untuk dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp205 per saham," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam keterangan tertulis pada Kamis (16/3/2023).

Dividen tunai per saham itu naik 41,4 persen dibandingkan dividen tunai yang dibagikan untuk tahun buku 2021 (year-on-year/yoy)

Sementara itu, dividen tunai tersebut sudah termasuk dividen interim tunai tahun buku 2022 sebesar Rp35 per saham yang telah dibayarkan oleh perseroan kepada para pemegang sahamnya pada 20 Desember 2022.

Alhasil, sisa yang akan dibayarkan perseroan pada tanggal yang akan ditetapkan nanti sebesar Rp170 per lembar saham.

Jika berkaca pada tahun lalu, BCA membagikan dividen tunai sebesar Rp145 per saham dari tahun buku 2021. Nilai dividen BCA pada tahun lalu mencapai Rp17,9 triliun. Rasio dividen tersebut sebesar 56,9 persen dari total laba bersih tahun buku 2021.

Sebelumnya, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan BCA senantiasa mengkaji pembagian dividen dengan mempertimbangkan keseimbangan antara posisi permodalan yang kokoh, pengembangan bisnis bank, entitas anak, dan kepentingan pemegang saham.

Menurutnya, pembagian dividen merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, dan telah mempertimbangkan tren pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

BCA sendiri telah mencatatkan pertumbuhan laba 29,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp40,7 triliun sepanjang 2022. 

Sisi permodalan dan likuiditas bank pun terjaga. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BCA per 31 Desember 2022 ada di posisi 25,8 persen. Kemudian rasio kecukupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) ada di posisi 393,5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini