Awal Tahun Aset Perbankan Sulsel Melonjak 6,12 Persen, LDR Tembus 120 Persen

Bisnis.com,21 Mar 2023, 05:23 WIB
Penulis: Nugroho Nafika Kassa
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua Darwisman memaparkan kinerja industri jasa keuangan Sulawesi Selatan di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/3/2023)./ Bisnis - Paulus Tandi Bone.

Bisnis.com, MAKASSAR - Aset perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Januari 2023 tercatat tumbuh 6,12 persen (yoy). Tercatat total kekayaan industri perbankan mencapai Rp172,47 triliun. Perinciannya, aset bank umum sebesar Rp169,21 triliun dan aset Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar Rp3,26 triliun.

Sementara berdasarkan kegiatan bank, aset perbankan konvensional pada Januari 2023 di wilayah ini sebesar Rp160,04 triliun dan aset perbankan syariah sebesar Rp12,43 triliun. 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Darwisman mengatakan pertumbuhan aset juga didukung oleh kinerja intermediasi. Tercatat tingkat penyaluran kredit berbanding dana pihak ketiga bank (Loan to Deposit Ratio/LDR) mencapai 120,10 persen

"Sedangkan tingkat rasio kredit bermasalah di wilayah ini masih berada di level aman, yaitu 2,73 persen," katanya di Makassar, Senin (20/3/2023).

Sementara industri perbankan syariah dikatakannya juga terus menunjukkan pertumbuhan. Aset perbankan syariah Sulsel tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 4,46 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp12,43 triliun. 

Pertumbuhan pembiayaan syariah bahkan mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 15,81 persen (yoy) menjadi Rp10,47 triliun, dimana pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penyaluran kredit konvensional yang tumbuh sebesar 7,21 persen (yoy).

"Penghimpunan DPK perbankan syariah mencatat pertumbuhan 6,49 persen (yoy) dengan nominal Rp8,52 triliun, angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK perbankan konvensional 2,51 persen (yoy) dengan nominal Rp106,67 triliun," jelasnya.

Industri BPR di Sulsel pun ditambahkannya juga tetap tumbuh berkelanjutan pada Januari 2023. Aset BPR tercatat tumbuh 4,61 persen (yoy) menjadi Rp3,26 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 4,17 persen (yoy) menjadi Rp2,25 triliun. Dari sisi penyaluran kredit BPR, tercatat juga tumbuh 20,93 persen (yoy) menjadi Rp2,63 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini