Laba Bank Jateng Syariah Melejit 1.655 Persen

Bisnis.com,27 Mar 2023, 12:13 WIB
Penulis: Alifian Asmaaysi
Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno (kanan) bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat peluncuran layanan internet banking Bank Jateng Syariah di Magelang pada Sabtu (30/8/2020). (Foto: Istimewa)

Bisnis.com, JAKARTA - Unit usaha syariah (UUS) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng Syariah mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai Rp40,91 miliar. Capaian laba tersebut melejit 1.655,79 persen dibandingkan perolehan pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,33 miliar.

Pertumbuhan laba UUS Bank Jateng tersebut salah satunya didorong oleh menyusutnya kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar 62 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau menjadi Rp53,88 miliar dari posisi pada 2021 senilai Rp142,49 miliar.

Di samping itu, dikutip dari laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan di Bisnis Indonesia akhir pekan lalu, Bank Jateng Syariah juga mencatat pendapatan dari penyaluran dana tumbuh 6 persen menjadi Rp312,91 miliar. Alhasil, pendapatan setelah distribusi bagi hasil juga terkerek naik menjadi Rp230,72 miliar dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya Rp188,10 miliar.

Rasio profitabilitas UUS Bank Jateng juga tercatat mengalami perbaikan. imbal aset (return on asset/ROA) merangkak naik 83 basis poin (bps) menjadi 0,88 persen pada 2022 dari posisi sebelumnya di level 0,05 persen pada 2021.

Dari sisi intermediasi, perseroan mencatat penyaluran pembiayaan syariah sampai dengan Desember 2022 dengan total mencapai Rp3,11 triliun atau melonjak 20 persen. Pembiayaan tersebut terdiri dari Rp2,09 triliun pembiayaan berbasis piutang dan Rp1,01 triliun pembiayaan bagi hasil.

Alhasil, aset UUS Bank Jateng mencetak pertumbuhan dobel digit sebesar 17 persen menjadi Rp6,27 triliun pada Desember 2022 dari sebelumnya sebesar Rp5,34 triliun pada Desember 2021.

Namun demikian, sejalan dengan peningkatan penyaluran pembiayaan, UUS Bank Jateng mencatatkan peningkatan rasio non performing financing (NPF) secara gross menjadi 5,71 persen, atau naik 76 bps dari 4,95 persen pada 2021.

Dari sisi likuiditas juga serupa, bank mencatatkan pengetatan yang tercermin dari rasio financing to deposit ratio (FDR) yang naik 1.214 bps menjadi 79,31 persen pada tahun ini dari posisi sebelumnya sebesar 67,17 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini