Bank OCBC NISP Siap Tebar Dividen Rp1,33 triliun

Bisnis.com,11 Apr 2023, 14:06 WIB
Penulis: Alifian Asmaaysi
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) menetapkan 40 persen dari laba bersih 2022  senilai Rp1,33 triliun akan digunakan untuk pembagian dividen tunai.

Direktur Utama OCBC NISP Parwati Surjaudaja menuturkan, ketetapan tersebut telah disetujui dalam agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada hari ini, Selasa (11/4/2023).

"Adapun pada rapat agenda kedua, menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2022 sebesar Rp3,33 triliun digunakan 40 persennya sebagai dividen tunai atau senilai Rp1,33 triliun," jelasnya dalam public expose di Jakarta, Selasa (11/4/2023).

Lebih lanjut, adapun dividend per share yang ditetapkan sebesar Rp58 per saham. Sementara sebesar Rp100 juta akan dialokasikan menjadi cadangan umum.

Kemudian, sisa laba bersih konsolidasi akan ditetapkan sebagai laba ditahan.

Di samping itu, pemegang saham juga memberikan kuasa dan wewenang dengan hak subtitusi kepada direksi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen.

Sebelumnya, OCBC NISP sendiri membukukan laba bersih tahun 2022 sebesar Rp3,33 triliun atau meningkat sekitar 32 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp2,51triliun pada 2021.

Mengacu pada laporan keuangan yang dibagikan perseroan, bank membukukan rasio return on equity (ROE) naik 222 basis poin dari 8,37 persen pada 2021 menjadi 10,59 persen pada 2022. Kemudian, return on assets (ROA) NISP juga tercatat tumbuh 31 bps dari 1,55 persen pada 2021 menjadi 1,86 persen pada 2022.  

Selanjutnya, NISP juga diketahui mencatatkan penurunan cadangan kerugian peurunan nilai (CKPN) di tengah membengkaknya rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang bengkak ke level 2,42 persen pada kuartal IV/2022.

Sedangkan, NPL gross NISP merangkak naik 6 basis poin (bps) secara tahunan (year-on-year/yoy) ke level 2,42 persen hingga Desember 2022.

Sementara, pada periode yang sama di tahun sebelumnya, OCBC NISP diketahui membukukan rasio kredit bermasalah jauh lebih rendah sebesar 2,36 persen.

Meningkatnya rasio kredit macet tersebut ternyata tidak diikuti dengan kenaikan pencadangan. Pada Desember 2022, CKPN NISP justru menurun 46 bps secara yoy menjadi 3,23 persen dari 3,69 persen pada tahun sebelumnya.

Peningkatan rasio kredit macet tersebut didorong oleh ekspansi kredit yang dilakukan perseroan pada tahun ini. Dalam laporannya, NISP mencatat pertumbuhan kredit mencapai 14 persen yoy menjadi Rp137,6 triliun pada 2022.

Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh segmen business banking yang kreditnya tumbuh 13 persen yoy dan segmen retail banking, tumbuh sebesar 16 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Muhammad Khadafi
Terkini