Seleksi Anggota DK OJK: Bos Fintech hingga Modal Ventura Saingi Birokrat

Bisnis.com,29 Apr 2023, 12:44 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memberikan sambutan saat pembukaan perdagangan padar modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2022). BPMI Setpres/Kris

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 45 nama calon anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Nama-nama yang muncul sebagian berasal dari kalangan profesional di industri teknologi finansial (fintech) hingga modal ventura.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua Panitia Seleksi DK OJK mengatakan keputusan lolosnya ke-45 nama dari seleksi tahap pertama atau seleksi administratif itu sudah bersifat final, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat.

"Seluruh calon yang lulus seleksi tahap I atau seleksi administratif akan mengikuti seleksi tahap II atau penilaian masukan dari masyarakat, rekam jejak, dan makalah," jelasnya dalam pengumuman resmi, dikutip Sabtu (29/4/2023). 

Lebih lanjut, ia mengatakan masyarakat bisa turut berpartisipasi untuk memberikan masukan atau informasi mengenai integritas, rekam jejak, atau perilaku seluruh calon anggota DK OJK.

Ke-45 nama yang muncul itu akan memperebutkan dua posisi baru di OJK, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota serta Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap anggota.

Dari ke-45 nama yang muncul, sebagian nama berasal dari kalangan profesional di industri fintech, salah satunya adalah Direktur Utama PT Bursa Akselerasi Indonesia Ryan Filbert Wijaya. PT Bursa Akselerasi Indonesia sendiri merupakan perusahaan yang menjalankan platform fintech peer to peer (P2P) lending Indofund.

Kemudian, ada Direktur Utama PT Indo Fin Tek Antonius Sunu Widyatmoko. PT Indo Fin Tek merupakan perusahaan yang menjalankan platform fintech P2P lending Dompet Kilat.

Nama lainnya berasal dari platform fintech pembayaran seperti Komisaris PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja Rico Usthavia Frans dan Komisaris PT Espay Debit Indonesia Koe atau DANA Chrisma Aryani Albandjar.

Selain dari industri fintech, nama lain muncul dari pelaku industri modal ventura. Direktur Utama PT BNI Modal Ventura Eddiwan Danusaputro lolos seleksi DK OJK tahap pertama.

Eddi juga saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo). Selain itu, ada nama Co-founder & Managing Partner Gayo Capital Jefri Sirait. Sebelumnya, ia pernah menduduki posisi Ketua Umum Amvesindo.

Para nama yang berasal dari profesional di industri fintech serta modal ventura itu akan bersaing dengan nama-nama lainnya dari birokrat. Tercatat, ada sekitar 20 birokrat mengisi daftar 45 nama calon anggota DK OJK yang lolos seleksi tahap pertama.

Beberapa dari mereka di antaranya Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gede Edy Prasetya dan Tim Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir.

Lalu, Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Adi Budiarso juga lolos seleksi tahap pertama calon anggota DK OJK.

Executive Director Segara Research Institute Piter Abdullah mengatakan semua pihak dari kalangan manapun berkesempatan untuk mencalonkan diri sebagai anggota DK OJK periode 2023 - 2028. Yang terpenting menurutnya adalah para calon benar-benar kompeten dan mempunyai rekam jejak yang bagus.

Piter juga mengatakan sederet nama yang baru diumumkan Menteri Keuangan itu masih memasuki tahap awal. “Masyarakat ada kesempatan untuk menyampaikan masukan terkait para kandidat,” tambahnya.

Adapun, Piter berharap agar pemilihan DK OJK dengan adanya tugas dan fungsi baru dapat mendorong sistem keuangan yang maju.

"Harapan saya proses seleksi ini benar-benar dapat memilih yang terbaik, sehingga DK OJK bisa lebih kuat dan mampu menghasilkan kebijakan-kebijakan terbaik untuk mendorong sistem keuangan yang maju berkembang sekaligus juga aman mensejahterakan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farid Firdaus
Terkini