Bank Danamon (BDMN) Bukukan Laba Bersih Rp818,12 Miliar pada Kuartal I/2023

Bisnis.com,01 Mei 2023, 14:07 WIB
Penulis: Alifian Asmaaysi
Nasabah beraktivitas di salah satu cabang Bank Danamon di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) membukukan laba bersih Rp818,12 miliar sepanjang kuartal I/2023. Angka tersebut turun 5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama di tahun sebelumnya Rp860,05 miliar.

Mengacu pada laporan publikasi perseroan, kinerja laba BDMN yang turun tipis tersebut salah satunya disebabkan oleh nilai keuntungan dari transaksi spot dan derivatif (realised) berbalik rugi Rp70,37 miliar. Sementara pada periode yang sama pada sama tahun sebelumnya, bank mencatatkan keuntungan sebesar Rp92,84 miliar.

Kemudian, BDMN juga mencatatkan beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) yang meningkat 22 persen menjadi Rp384,47 miliar pada kuartal I/2023.

Alhasil, BDMN secara total mencatatkan beban operasional selain bunga bersih meningkat 17 persen menjadi Rp1,17 triliun hingga akhir Maret 2023 dari posisi sebelumnya Rp1 triliun.

Sementara itu, sisi top line bank pada dasarnya menunjukan tren positif. Hingga Maret 2023, BDMN membukukan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 5 persen menjadi Rp2,15 triliun.

Di samping itu, BDMN juga mencatatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income naik 19 persen secara yoy menjadi Rp412,3 miliar dari Rp345,85 miliar pada Maret 2022.

Dari sisi rasio profitabilitas, tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) BDMN terkoreksi 16 basis poin (bps) menjadi 2,19 persen. Sedangkan, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) juga melemah 89 bps menjadi 7,91 persen dari 8,80 persen pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Seiring dengan pelemahan pada sisi bottom line, BDMN membukukan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 10,18 persen hingga Maret 2023, turun 86 bps.

Adapun dari sisi intermediasi, bank telah menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah mencapai Rp124,35 triliun, naik 14 persen dari posisi pada periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp108,89 triliun.

Sejalan dengan peningkatan tersebut, total aset BDMN hingga Maret 2023 tercatat mencapai Rp181,95 triliun. Guna terus memperkuat kualitas asetnya, bank mengelola rasio (loan at risk/LAR) termasuk restrukturisasi Covid-19 under forbearance menjadi 12,7 persen, membaik sebesar 270 bps. Kemudian, bank juga meningkatkan NPL coverage yang mencapai rekor tertinggi di 254 persen.

Direktur Utama Danamon Daisuke Ejima, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam memacu ekspansi kredit guna memberikan pelayanan keuangan yang maksimal bagi seluruh nasabah.

"Ini baru sebuah permulaan, kami akan terus berinovasi, mencari cara yang lebih baik dalam melayani dan memberikan solusi keuangan bagi para nasabah kami, mencapai rekor kinerja yang lebih baik serta memperkuat kolaborasi antara MUFG dan Adira Finance sebagai satu grup. Telah terbukti bahwa melalui kolaborasi dan ekosistem MUFG, kami dapat menjangkau lebih banyak lagi dalam memperluas bisnis kami dan memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia." jelasnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (1/5/2023).

Lebih lanjut, sebagai komitmen untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan digital, Bank Danamon bersama MUFG juga belum lama ini telah mengumumkan penempatan Garuda Fund, dana ventura yang didedikasikan untuk startup Indonesia yang dikelola oleh MUFG Innovation Partners (MUIP), perusahaan modal ventura MUFG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini