BRI Finance Incar Pasar Otomotif

Bisnis.com,21 Mei 2023, 18:05 WIB
Penulis: Kahfi
Logo BRI Finance./Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA- PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) merekomposisi dan memperbesar porsi segmen pembiayaan konsumer untuk memacu kinerja tumbuh berkelanjutan. Langkah strategis tersebut diambil manajemen perusahaan untuk optimalisasi pendapatan, laba dan sebaran risiko.

Direktur Bisnis BRI Finance Primartono Gunawan mengatakan dalam tiga tahun terakhir perseroan menerapkan lompatan strategi besar untuk memacu pertumbuhan bisnis berkelanjutan dengan mengalihkan sebagian besar pembiayaan ke segmen konsumer.

Buah dari transformasi tersebut, menurutnya sudah bisa dipetik sejak tahun lalu.  Di mana kontribusi pembiayaan konsumer mencapai 74 persen. Sebelum melakukan transformasi, seluruh pembiayaan BRI Finance digelontorkan di segmen komersial.

 Adapun tahun 2023 ini BRI Finance menargetkan segmen konsumer berkontribusi hingga 82 persen.  “Kalau mayoritas pembiayaan sudah di konsumer, seperti halnya BRI [perusahaan induk] maka BRI Finance akan bermain di segmen mikro. Nasabahnya banyak, sumber pendapatannya pun tersebar. Jadi buah transformasinya sudah mulai bisa dipetik sejak tahun-tahun kemarin,” ujar Prima, dikutip pada Minggu (21/5/2023).

Capaian tersebut di atas ekspektasi manajemen perseroan, di mana awalnya memiliki aspirasi minimal 60 persen pembiayaan konsumer dan 40 persen segmen komersial. Tak berhenti di situ, dia menjelaskan, ketika sudah cukup handal di segmen konsumer, pihaknya pun berkomitmen melakukan lompatan dengan strategi baru.

BRI Finance pun merekomposisi portofolio segmen konsumer, yang tadinya didominasi pembiayaan mobil baru, akan diseimbangkan dengan pembiayaan mobil bekas, pembiayaan multiguna dan refinancing.

Saat ini, komposisi pembiayaan mobil baru masih sekitar 76 persen terhadap portofolio segmen konsumer. Adapun mobil bekas berkontribusi sekitar 16 persen, dan sisanya multiguna serta refinancing.

Prima merinci, ke depan komposisi pembiayaan mobil baru terhadap segmen konsumer maksimum di angka 45 persen. Sedangkan pembiayaan mobil bekas sekitar 22 persen, multiguna 12 persen, dan refinancing 10 persen.

“Jadi setelah transformasi dari komersial ke konsumer sudah jalan. Berikutnya kami merekomposisi aset untuk optimalisasi pendapatan, laba dan penyebaran risiko,” ujarnya menegaskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Kahfi
Terkini