Lini Asuransi Karyawan Moncer, Sequis Financial Incar Pendapatan Rp139 Miliar pada 2023

Bisnis.com,24 Mei 2023, 13:34 WIB
Penulis: Pernita Hestin Untari
Kantor Asuransi Sequis Life/sequis.co.id

Bisnis.com, JAKARTA— Bisnis asuransi karyawan atau Employee Benefit Business (EBB) berkontribusi besar terhadap pendapatan PT Asuransi Jiwa Sequis Life, anak usaha Sequis Life. Bahkan kontribusinya mencapai 71 persen pada kuartal I/2023. 

President Director Sequis Financial Edisjah mengatakan pihaknya akan terus menumbuhkan lini bisnis tersebut terlebih memiliki pasar yang cukup besar. 

Selain itu, Sequis Financial ingin membantu banyak perusahaan dalam menganggarkan biaya asuransi dan kesehatan yang dapat membantu kelancaran cash flow. 

“Asuransi bagi karyawan juga merupakan fasilitas yang baik bagi karyawan untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Salah satunya dalam merekrut calon-calon karyawan yang berkualitas,” kata Edisjah kepada Bisnis, Selasa (23/5/2023). 

Edisjah menambahkan pihaknya menargetkan pertumbuhan premi dari EBB sebesar 30 persen pada 2023. Beberapa strategi yang akan dilakukan di antaranya terus berinovasi untuk menelurkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Adapun target market spesifik yakni Small Medium Enterprise (SME). 

Selain itu, lanjut Edisjah, meningkatkan aktivitas melalui kanal referensi dan direct selling.

“Target bisnis Sequis Financial [secara keseluruhan] pada 2023 sebesar Rp139 miliar,” imbuhnya. 

Saat ini Sequis menyediakan solusi perlindungan bagi karyawan antara lain Asuransi Rawat Inap Kumpulan, Asuransi Rawat Jalan Kumpulan dengan tambahan penggantian biaya pengobatan gigi, biaya melahirkan dan kacamata, Asuransi Cacat Tetap Total (Total Permanent Disability/TPD), Asuransi Kematian dan Kecacatan Akibat Kecelakaan (Accident Death & Disability), Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness) dan lainnya yang premi dan manfaatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Dikutip dari laman resmi Sequis, pada kuartal I/2023, pendapatan premi Sequis Financial mencapai Rp21,5 miliar. Angka tersebut meningkat 30,9 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp16,4 miliar. 

Laba komprehensif perusahaan mencatatkan laba sebesar Rp2,7 miliar. Kinerja ini lebih baik dibandingkan dengan kuartal I/2022 karena mencatatkan kerugian Rp712 juta. 

Sementara itu, jumlah aset yang dimiliki perusahaan mencapai Rp498 miliar. Turun dibandingkan dengan periode yang sama dari tahun sebelumnya yakni Rp515 miliar. 

Jumlah ekuitas yang dimiliki yakni Rp198 miliar atau menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp515 miliar. Kesehatan finansial perusahaan diukur dari tingkat Risk Based Capital (RBC) yakni 428 persen. Menurun apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yakni 501 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini