BPRS Hijra Bidik Bisnis KPR, Targetkan Pembiayaan Rp100 Miliar

Bisnis.com,29 Mei 2023, 14:40 WIB
Penulis: Alifian Asmaaysi
MEDIA VISIT ALAMI GROUP-HIJRA BANK - CEO Alami Group Dima Djani (kiri) bersama dengan Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Fahmi Achmad saat Media Visit ALAMI Group-Hijra Bank di Kantor Redaksi Bisnis Indonesia, Jakarta, Rabu (7/12/2022)./Bisnis/Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Hijra Alami menargetkan perluasan ekspansi bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) sepanjang 2023. Perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Pinjol Alami ini menargetkan pembiayaan Rp100 miliar pada tahun ini.

Ceo Alami Group dan Co-Founder Hijra Dima A. Djani menuturkan bahwa target tersebut ditetapkan seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk memiliki KPR Syariah.

"Target tahun ini kita mungkin grand launch di second half, harapannya bisa di atas Rp100 miliar sih targetnya dan akan scale di tahun depan. Karena kita ingin melihat prosesnya, kita evaluasi terus dan nanti pas kita digitalisasi itu sudah end to end," ujarnya saat ditemui di sela-sela agenda Diskusi Media: Kinerja Hijra Bank dan Potensi Transformasi Digital Keuangan Syariah di Indonesia, Senin (29/5/2023).

Dima melanjutkan, pihaknya juga akan terus mengembankan inovasi pada produk KPR Bank Hijra secara digital guna mendorong proses kesepakatan service level aggrement (SLA) secara lebih cepat.

Di samping itu, Bank Hijra juga akan meluncurkan sejumlah fitur pelengkap produk KPR Syariah salah satunya melalui pengadaan akad Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) atau rent to own untuk memperluas cakupan bisnis perseroan.

"Kan kebanyakan KPR itu buat fix income earners, tapi kita mungkin dengan skema rent to own bisa menyasar orang-orang freelance untuk bisa menikmati. Jadi itu inovasi seputar industri real estate dan properti," jelasnya.

Dima menjelaskan, hingga kuartal IV/2023 Bank Hijra tercatat membukukan himpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 220 persen mencapai lebih dari Rp100 miliar.

"[Kita akan pacu laju] likuiditas dari casa (current account saving account). Kita juga diskusi dengan beberapa provider yang lebih long term, jadi itu rencana kita jaga likuiditas. Karena DPK kita juga sudah naik lumayan signifikan dan FDR (financing deposit ratio) kita masih berada di level yang cukup rendah, jadi kita masih ada ruang untuk boost funding dan mencapai target bisnis," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini