Jurus OJK Tangkal Kejahatan Siber yang Marak Serang Sektor Keuangan

Bisnis.com,06 Jun 2023, 19:51 WIB
Penulis: Pernita Hestin Untari
Ilustrasi serangan hacker di industri jasa keuangan./Bisnis - Alibir

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti kejahatan siber yang belakangan marak menyerang sektor keuangan. Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) sebelumnya mengkonfimasi sistemnya telah diserang hacker.

Selain memonitor, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara mengatakan seluruh institusi dan regulator tetap harus waspada dan melakukan penguatan di tengah banyaknya serangan siber.

Seperti halnya OJK yang melakukan pengamanan berlapis dimulai dari jaringan, sistem email, aplikasi, database, server, hingga end point.

“Dan juga tentu security resiliancenya ini harus sesuai standar internasional ya. Jadi ada ISO tersendiri di situ, ada ISO 27001,” kata Mirza dalam Konferensi Pers virtual Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Mei 2023, Selasa (6/6/2023).

Adapun ISO/IEC 27001 merupakan standar paling terkenal di dunia untuk sistem manajemen keamanan informasi (ISMS). Selain itu, Mirza menambahkan bahwa security operation center juga harus diperkuat selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam sepekan.

“Lalu melakukan patch, upgrade, terkait kerentanan di peringkat infra OJK. Kami terus menerus melakukan penetration test, panel priority asessment, ini hal teknis terkait pengamanan IT,” katanya.

Mirza melanjutkan penguatan juga dilakukan dengan melakukan backup secara berkala baik di data center, maupun di disaster recovery center. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) juga ditingkatkan dalam bidang IT resiliance.

Selain hal teknis, Mirza mengatakan pihaknya juga melakukan security awarness di kalangan pegawai dengan melakukan sosialisasi terus menerus mengenai keamanan siber.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Ibad Durrohman
Terkini