Reasuransi Cucu BUMN IFG (Nasre) Berbalik Untung Setelah 2 Tahun, RBC Masih di Bawah Ketentuan

Bisnis.com,09 Jun 2023, 13:46 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Gedung reasuransi Nasional Re (Nasre)./Source: Nasre

Bisnis.com, JAKARTA — PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re/Nasre), cucu usaha dari BUMN Indonesia Financial Group (IFG), mengumumkan meraih laba bersih setelah pajak Rp170,93 miliar pada 2022. Bisnis dari anak usaha PT Asuransi Kredit Indonesia ini membalikkan kondisi 2 tahun sebelumnya yang mencatat kerugian.

Meski telah mencatatkan laba, tingkat solvabilitas (risk based capital/RBC) perusahaan masih jauh di bawah ketentuan. Tercatat perusahaan memiliki RBC 3,32 persen. Di bawah ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen. 

Kepala Bagian Sekretariat & Humas Nasional Re Rudy Victor Sinaga menyampaikan bahwa tingkat solvabilitas atau risk-based capital (RBC) perusahaan sudah dalam perbaikan yang tepat.

“Tapi sudah on track karena target kita di akhir tahun [2023] optimis di atas ketentuan OJK,” kata Rudy kepada Bisnis, Kamis (8/6/2023).

Adapun, untuk mengejar target RBC perusahaan di atas 120 persen, Rudy menuturkan bahwa perusahaan fokus pada sejumlah inisiatif perbaikan keuangan yang ada dalam Rencana Penyehatan Keuangan (RPK).

“Inisiatif-inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan RBC kita, dan sejauh ini masih on track, makanya kita optimis,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama Nasional Re Albert J. Rotinsulu menyatakan bahwa sejak awal 2023, manajemen Nasional Re serius menjalankan inisiatif perbaikan keuangan yang tertuang dalam RBC.

Albert menuturkan PT Askrindo selaku pemegang saham pengendali dan Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN asuransi dan penjaminan, mendukung langkah dari manajemen Nasional Re tersebut.

“Dengan upaya ini diharapkan kinerja Nasional Re akan membaik yang ditunjukkan dengan indikator keuangan yang di atas ketentuan dari OJK,” ujarnya.

Tercatat, sampai dengan April 2023, Nasional Re mencatat RBC sebesar 50,47 persen, rasio kecukupan investasi (RKI) sebesar 104,38 persen, dan ekuitas (konsolidasi) senilai Rp551,87 miliar.

“Ini berarti untuk indikator RKI dan ekuitas, performa Nasional Re telah melebihi ketentuan dari OJK,” ujarnya.

Albert menuturkan dengan pencapaian tersebut menunjukkan program RPK telah dilaksanakan secara on track, dan manajemen optimis sampai dengan akhir 2023 telah dapat memenuhi semua ketentuan dari regulator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini