Pendapatan Premi Bumiputera Melonjak, Pakar Sebut Belum Cukup

Bisnis.com,12 Jun 2023, 21:15 WIB
Penulis: Pernita Hestin Untari
Karyawan menawarkan produk Asuransi Bumiputera di Jakarta. Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA— Pengamat menyoroti laporan keuangan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Dalam laporan keuangan perusahaan, pendapatan premi pada 2022 melonjak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA) Abitani Taim berkomentar kenaikan pendapatan premi yang signifikan sangat baik untuk operasional perusahaan. 

“Namun hal ini belum cukup untuk menyehatkan keuangan perusahaan secara ukuran kesehatan keuangan yang berlaku saat ini,” kata Abitani kepada Bisnis, Senin (12/6/2023). 

Oleh sebab itu, sambung dia, Penurunan Nilai Manfaat (PNM) masih menjadi salah satu alternatif dalam usaha penyehatan keuangan perusahaan di mana PNM akan menurunkan liabilitas. Liabilitas yang ditanggung perusahaan juga diketahui lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya per Desember 2022. 

Sementara itu, kondisi finansial AJB Bumiputera tampak dari risk based capital (RBC) masih berada jauh dari ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau 120 persen. RBC perusahaan masih -631,78 persen pada 2022. 

Mengenai ukuran kesehatan keuangan perusahaan tersebut, Abitani mengatakan sebaiknya manajemen dan regulator duduk bersama untuk membicarakan ukuran yang cocok untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan seperti AJB. 

“Perlu diingat bahwa AJB telah terbukti dapat melewati masa-masa sulit sejak pra kemerdekaan, masa perjuangan, pemotongan uang dan terakhir krisis moneter dengan baik,” kata Abitani. 

Sementara itu untuk kenaikan aset aset tanah dan gedung, Abitani menilai ada revaluasi nilai aset. Perusahaan AJB Bumiputera merupakan perusahaan yang berbentuk mutual, yang berbeda dengan perseroan terbatas, di mana pemegang polis adalah pemilik perusahaan, sehingga kesepakatan di antara pemegang polis lebih diutamakan. 

Sebelumnya, dalam laporan keuangan perusahaan, bisnis asuransi yang ditunjukkan dari perolehan premi membukukan hasil neto Rp1,17 triliun pada 2022. 

Naik 32,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp884,18 miliar. Di tengah lonjakan pendapatan premi, hasil investasi Bumiputera naik hingga 662,67 persen. 

Pos ini melonjak dari Rp103,12 miliar pada 2021 menjadi Rp786,87 miliar pada tahun lalu. Walhasil, pendapatan AJB Bumiputera 1912 melonjak dari Rp1,24 triliun menjadi Rp2,26 triliun. 

Jumlah beban menurun pada 2022 menjadi Rp1,5 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp2,2 triliun. 

Pada 2022, AJB Bumiputera memperoleh laba mencapai Rp971 miliar. Laba tersebut diperoleh setelah sebelumnya mencatatkan kerugian Rp1,1 triliun per Desember 2021.

Adapun jumlah aset yang dimiliki perusahaan mencapai Rp10, 84 triliun. Angka tersebut meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp9,5 triliun. 

Jumlah liabilitas yang ditanggung perusahaan mencapai Rp13,7 triliun. Angka tersebut jauh lebih rendah 57 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun sebelumnya yakni Rp32,8 triliun. 

Sebagaimana diketahui, AJB Bumiputera sedang bermasalah dengan kasus gagal bayar. Perusahaan tersebut sudah lama tidak bisa membayarkan klaim nasabah.

Perusahaan asuransi tertua di Indonesia ini juga sedang menjalankan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) dan mulai membayarkan klaim dengan metode PNM. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini