Intip Deretan Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah

Bisnis.com,01 Jul 2023, 15:42 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Pengunjung mencari informasi mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia Properti Expo (Ipex) 2020 di Jakarta, Minggu (16/2/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com. JAKARTA – Suku bunga kredit perbankan terpantau masih dalam tren peningkatan. Meski demikian, sejumlah bank tercatat mematok suku bunga kredit pemilikan (KPR) yang rendah.

Tingginya suku bunga kredit perbankan ini sejalan dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 225 basis poin (bps) sejak pertengahan tahun lalu.

Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengatakan kenaikan suku bunga acuan BI yang sudah dilakukan pada tahun lalu telah berdampak pada suku bunga kredit bank, termasuk KPR.

Namun, BI kemudian menahan laju suku bunga acuannya lima kali berturut-turut pada tahun ini di level 5,75 persen.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan meskipun BI menahan suku bunga acuannya sebesar 5,75 persen lima kali secara beruntun pada awal tahun ini, bank-bank masih menerapkan suku bunga KPR yang tinggi terpengaruh tren kenaikan suku bunga acuan BI sejak pertengahan tahun lalu.

"Bank-bank pun umumnya mengalami masalah cost of fund [biaya dana] yang tinggi," kata Amin kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan asesmen BI, suku bunga kredit baru rupiah per Mei 2023 mencapai 9,8 persen naik 34 bps secara bulanan (Month-on-Month/MoM).

Di tengah tren tingginya suku bunga kredit, sejumlah bank tercatat mematok suku bunga KPR mereka yang rendah. Mengacu pada data suku bunga dasar kredit (SBDK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2023, setidaknya ada 10 bank dengan tingkat SBDK KPR yang rendah, sebagai berikut:

1. PT Bank Multiarta Sentosa Tbk. (MASB): SBDK KPR sebesar 5 persen.

2. PT Bank BPD DIY: SBDK KPR sebesar 5,5 persen.

3. PT BPD Bengkulu: SBDK KPR sebesar 5,96 persen.

4. PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS): SBDK KPR sebesar 6,25 persen.

5. PT BPD Bali: SBDK KPR sebesar 6,28 persen.

6. PT BPD Kalimantan Barat: SBDK KPR sebesar 6,76 persen.

7. PT Bank DBS Indonesia: SBDK KPR sebesar 7,02 persen.

8. PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA): SBDK KPR sebesar 7,02 persen.

9. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): SBDK KPR sebesar 7,2 persen.

10. PT BPD Sulawesi Tengah: SBDK KPR sebesar 7,23 persen.

Tingkat SBDK bank sendiri merupakan dasar penetapan suku bunga kredit termasuk KPR yang dikenakan kepada nasabah, baik bersifat tetap maupun mengambang. Namun, tingkat SBDK belum tentu sama dengan apa yang ditawarkan oleh bank kepada nasabah, sebab SBDK belum menghitung komponen lain seperti premi risiko.

Alhasil, 10 bank tersebut bisa saja menawarkan suku bunganya di atas SBDK yang tercatat di OJK.

Selain bank-bank dengan catatan SBDK KPR rendah itu, sejumlah bank menawarkan suku bunga KPR promo yang murah.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) berdasarkan laman resminya misalnya menawarkan suku bunga KPR super promo hingga 2,55 persen fixed 1 tahun dengan minimum tenor 12 tahun. Periode suku bunga promo ini berlaku sampai dengan pencairan kredit 31 Juli 2023.

Kemudian, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) telah menggelar program penawaran suku bunga promo hingga 3,77 persen 1 tahun dengan minimum tenor 12 tahun. Program tersebut telah berlalu hingga 30 Juni 2023.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) sebagai bank spesialisasi KPR menerapkan skema suku bunga yang berbeda pada KPR subsidi dan KPR non subsidi.

Pada KPR subsidi, suku bunga yang diberikan kepada debitur adalah 5 persen fix selama 20 tahun. Sedangkan, untuk KPR non subsidi, BTN memberikan suku bunga floating yang saat ini masih di atas SBDK. Berdasarkan laman resminya, BTN menerapkan SBDK 7,3 persen per April 2023.

Direktur Distribution and Funding Bank BTN Jasmin mengatakan suku bunga floating akan bergantung pada biaya dana. Terkadang, BTN pun memberikan promo terhadap suku bunga floating itu.

"Tren juga tergantung pada BI rate. Mudah-mudahan The Fed tidak lagi naikan suku bunga secara signifikan," katanya beberapa waktu lalu di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini