Rekam Jejak dan Perbandingan Harta Calon DK OJK, Siapa yang Paling Tajir?

Bisnis.com,10 Jul 2023, 12:51 WIB
Penulis: Arlina Laras
Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Empat calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), yang telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), tengah menjalani uji kepatutan atau fit and proper test di DPR RI. Lantas, siapa yang paling tajir? 

Secara rinci, dua nama yakni Agusman serta Adi Budiarso yang diusulkan menempati posisi Kepala Ekskutif Pengawas Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya. 

Lalu, Hasan Fawzi serta Erwin Haryono diusulkan menempati posisi Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital dan Kripto.

Keempat nama itu sedang menjalani fit and proper test yang bakal dibicarakan dalam rapat internal Komisi XI dan akan segera diberitahukan lebih lanjut. 

Jika dilihat dari latar belakangnya, nama yang dipilih Jokowi itu memang berasal dari sejumlah lembaga. Mulai dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga Bursa Efek Indonesia. Lantas, bagaimana soal perbandingan kekayaannya?

Simak perbandingan harta kekayaan 4 calon DK OJK Baru 

1. Agusman

Agusman saat ini aktif sebagai Direktur Eksekutif dan Kepala Departemen Audit Internal Bank Indonesia (BI). Dia lahir di Padang dan menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Akuntansi di Universitas Andalas pada 1989.

Dirinya telah menyelesaikan gelar Master di bidang Ekonomi dan Keuangan dari Curtin University of Technology pada 1998. Kemudian, dia menyelesaikan gelar Phd di bidang Perbankan & Keuangan dari Australian National University pada 2006. 

Agusman sendiri memulai kariernya di BI pada 1992. Selama perjalanannya di BI, dia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Surveillance Sistem Keuangan (2016-2017), Kepala Departemen Komunikasi (2017-2019), dan Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (2019).

Sebagai salah seorang petinggi BI, harta kekayaannya tercatat mencapai Rp23,8 miliar per 2022. Harta kekayaan Agusman terbanyak ada di kas dan setara kas alias tabungan sebesar Rp9,5 miliar. 

Sementara, harta dan bangunan mencapai Rp4,05 miliar. Disusul alat transportasi, seperti mobil Toyota Camry 2.5 V A/T tahun 2021 dan mobil Honda CRV 1.5 TC Prestige CVT 2022 dengan totalan Rp1,3 miliar. Harta bergerak lainnya pun mencapai Rp873,4 juta 

Untuk harta lainnya Rp8,1 miliar.  Meski demikian, Agusman tercatta tidak memiliki surat berharga dan memiliki hutang sebesar Rp97,8 juta. 

 

2. Adi Budiarso 

Saat ini dirinya menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan di Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Sebagai pria kelahiran Salatiga pada 1 September 1970, dirinya memulai karirnya sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan pada 1990. 

Jika dibanding Agusman, Adi memiliki harta kekayaan yang terbilang jauh sedikit, hanya sebesar Rp4,2 miliar per 2022. 

Di mana, komponennya berisi dari tanah dan bangunan senilai Rp5,3 miliar, lalu alat transportasi berupa mobil Toyota Rush Minibus 2013 Rp120 juta. Adapula harta bergerak lainnya Rp290 juta dan harta kas dan setara kas Rp213 juta. 

Adi sendiri tidak memiliki harta lain dan juga surat berharga. Akan tetapi, sosoknya memiliki hutang sebesar Rp1,6 miliar. 

Pria yang lulusan Diploma IV STAN pada 1997 pun berhasil memperoleh gelar Master of Accounting dari University of Southern California pada 2001 dan melanjutkan dengan gelar Doctor of Business Administration dari University of Canberra pada 2014. 

Sebelum menjabat di Badan Kebijakan Fiskal, dia pernah menjadi Kepala Central Transformation Office (CTO) di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada periode 2014-2018. 

Adi juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Kerja Panitia Nasional 2018 Annual Meetings IMF-World Bank Group yang diselenggarakan di Bali. 

Selain itu, dia juga pernah menjadi Kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilatera di Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu. Pada 24 Agustus 2020, Adi dilantik menjadi Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan.

3. Hasan Fawzi

Sayangnya, harta kekayaan dari sosok yang  menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak tercatat di situs LHPN KPK. 

Namun, dia ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 29 Juni 2018. 

Hasan sendiri lahir di Purwakarta pada 27 April 1970. Dirinya meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1993 dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas LIAE de Grenoble, Universite Pierre Mendes, Prancis, serta gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008. 

Hasan memulai karirnya di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem (1993-1997), kemudian bergabung dengan KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi (1997-2008). 

Dia pernah menjabat sebagai Direktur PHEI (Perusahaan Kliring Penjaminan Efek Indonesia) dari tahun 2008 hingga 2012, dan sebagai Direktur Utama KPEI selama dua periode, yaitu 2012-2015 dan 2015-2018.

4. Erwin Haryono

Sama seperti Hasan, Erwin yang sebagai Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) sejak 2020 tidak memiliki catatan kekayaan.  Namun, jika melihat dari latar belakang pendidikannya, dia lulus di bidang Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Diponegoro pada 1990. 

Erwin sendiri memulai kariernya di Bank Indonesia (BI) pada 1994. Lalu, dia kembali melanjutkan pendidikan di International University of Japan dan meraih gelar Master di bidang Ekonomi Pembangunan Internasional pada 1998.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Feni Freycinetia Fitriani
Terkini