RI Negara Agraris, Tapi Asuransi Pertanian Masih Minim

Bisnis.com,11 Agt 2023, 12:35 WIB
Penulis: Pernita Hestin Untari
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA— Pengamat mendorong penetrasi asuransi pertanian di Indonesia ditingkatkan. Sektor pertanian tak terlepas dari risiko bencana alam yang kerap terjadi di Tanah Air. 

Termasuk fenomena El Nino yang disebut akan memicu cuaca panas ekstrem di Indonesia pada Agustus sampai Oktober 2023. Fenomena tersebut diprediksi menimbulkan kemarau panjang yang akan berlanjut hingga awal 2024.

“Hal ini akan memberikan bukti bahwa asuransi pertanian itu penting bagi negara pertanian seperti negara kita,” kata Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA) Abitani Taim kepada Bisnis, Kamis (10/8/2023). 

Abitani pun berharap perusahaan asuransi mampu meningkatkan penetrasi asuransi pertanian, sehingga semakin banyak petani yang terlindungi dari risiko akibat fenomena El Nino. 

Dengan demikian, asuransi pertanian dapat lebih merata tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan hukum bilangan besar yang menjadi dasar perhitungan asuransi semakin baik mendekati kebenaran.

Abitani juga menyinggung masih sedikitnya pemain asuransi pertanian di Indonesia. Menurutnya perusahaan yang memiliki penetrasi asuransi pertanian terbesar masih dipegang oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dengan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). 

“Sayangnya saya tidak memegang angka yang pasti, akan tetapi apabila dibandingkan dengan luasnya lahan pertanian di Indonesia, penetrasi asuransi pertanian masih sangat kecil,” katanya. 

Di sisi lain, Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Diwe Novara mengatakan kebutuhan petani terkait asuransi pertanian saat ini sangat tinggi. 

Selain padi, beberapa komoditas lainnya seperti bawang merah dan jagung juga membutuhkan perlindungan asuransi. 

“Di bidang perkebunan seperti kakao, kopi dan tembakau di beberapa wilayah telah mengajukan permintaan perlindungan asuransi,” kata Diwe kepada Bisnis, Kamis (10/8/2023). 

Diwe mengatakan permintaan atas perlindungan asuransi ini tentunya menjadi peluang bagi seluruh perusahaan asuransi untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. 

Selain AUTP, Asuransi Jasindo memiliki izin produk asuransi bawang merah. Diwe mengatakan perusahaan saat ini tengah mengembangkan dan mempersiapkan pengajuan izin produk asuransi tembakau, kopi, dan kakao.

Sejak 2015 sampai dengan 2022, total luas lahan yang telah diproteksi AUTP sebanyak 5,26 juta hektar dengan total petani yang mengikuti program AUTP sebanyak 8,1 Juta orang. 

Pada 2023, Asuransi Jasindo bersama Kementerian Pertanian serta Dinas Pertanian Kabupaten/Kota terus melakukan upaya percepatan realisasi AUTP sehingga petani dapat merasakan manfaat perlindungan asuransi khususnya dalam menghadapi El Nino. 

“Sampai dengan Juli 2023 lahan yang telah dilindungi oleh AUTP sebanyak 89.125 Hektar dengan jumlah petani sebanyak 174.083 orang,” kata Diwe. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini