Siap-siap, BNI (BBNI) Mau Stock Split Rasio 1:2

Bisnis.com,11 Agt 2023, 18:00 WIB
Penulis: Farid Firdaus
Gedung BNI/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengumumkan rencana pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:2, yang berarti setiap satu saham lama akan menjadi dua saham baru. 

Berdasarkan prospektus di keterbukaan informasi BEI, Jumat (11/8/2023), manajemen BBNI menjelaskan tujuan melaksanakan stock split untuk meningkatkan demand atas saham perseroan dengan memperluas basis investor.

Kemudian, stock split juga akan menyebabkan harga saham BBNI menjadi terjangkau bagi investor perorangan atau investor ritel. Dengan demikian, aksi korporasi ini akan meningkatkan jumlah investor yang dapat melakukan transaksi atas saham BBNI.

Sebagai informasi per akhir Juni 2023, komposisi pemegang saham BBNI adalah 60,0 persen dikuasai pemerintah Negara Republik Indonesia, sebanyak 26,1 persen digengam investor institusi asing, 9,1 persen dikantongi oleh investor institusi domestik, dan 4,8 persen dikempit investor ritel.

“Jumlah lembar saham perseroan setelah stock split akan bertambah, hal ini akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham BBNI sehingga perdagangan saham perseroan di Bursa Efek akan lebih aktif,” tulis manajemen.

Berdasarkan klasifikasi saham, jumlah modal dasar BBNI akan bertambah dari 35.502.504.527 saham, menjadi 69.005.009.054 saham. Kemudian, nilai nominal saham BBNI setelah stock split akan menjadi Rp3.750, dari sebelumnya Rp7.500.

Stock split ini akan melewati persetujuan pemegang saham BBNI pada Selasa, 19 September 2023. Dengan memperhatikan POJK No. 15/2022, rencana stock split ini tidak menggunakan laporan penilaian saham.

Berikut Jadwal Prakiraan Pelaksanaan Stock Split BBNI:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Farid Firdaus
Terkini