BRI Life: Penyakit Akibat Polusi Udara Ditanggung Asuransi

Bisnis.com,23 Agt 2023, 01:30 WIB
Penulis: Pernita Hestin Untari
Kualitas udara di Jakarta pada Rabu (12/7/2023) pagi nomor dua terburuk di dunia berdasarkan data IQAir pada pukul 08.32 WIB. JIBI/Bisnis-Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA— PT Asuransi BRI Life memastikan penyakit yang diakibatkan oleh polusi udara buruk bisa dilindungi oleh asuransi.

Beberapa penyakit tersebut di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, paru-paru basah atau pneumonia penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit jantung, hingga stroke. 

“Secara umum penyakit yang disebabkan oleh kondisi udara yang kurang baik masuk dalam penjaminan,” kata Direktur Utama BRI Life Iwan Parsila kepada Bisnis.com, Selasa (22/8/2023).

Namun demikian, klaim juga tetap mengacu pada polis masing-masing. Iwan menambahkan untuk saat ini pihaknya belum memiliki data detaill untuk melihat dampak dari polusi udara saat ini. 

Kualitas udara yang buruk memang menjadi sorotan belakangan ini. Bahkan kualitas udara di Jakarta sempat menempati posisi pertama terburuk di dunia.

Beberapa perusahaan asuransi juga mencatatkan peningkatan penyakit ISPA selama sebulan belakangan. Allianz Life Indonesia sebelumnya mencatatkan peningkatan klaim penyakit ISPA yakni 11.400 klaim pada Januari-Juli 2023. Angka tersebut meningkat 22,5 persen dibandingkan dengan periode Januari-Mei 2023. 

Pada periode Januari- Mei 2023, perusahaan asuransi itu mencatatkan klaim penyakit ISPA mencapai 9.300 klaim. PT BNI Life Insurance atau BNI Life juga mencatatkan klaim penyakit ISPA cukup banyak.

Perusahaan asuransi pelat merah itu membayarkan klaim penyakit  ISPA sebanyak Rp14 miliar rupiah pada Januari-Juli 2023.

Klaim tersebut merupakan kasus yang terjadi pada lebih dari 29.000 nasabah. Di sisi lain, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mencatatkan 16.500 klaim ISPA pada Januari-Juli 2023.

“Untuk periode Januari-Juli 2023, Generali Indonesia telah membayarkan klaim ISPA sebanyak lebih dari 16.500 kasus dengan total lebih dari Rp14,59 miliar,” kata Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama, Selasa (22/8/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Rio Sandy Pradana
Terkini