MIND ID Sebut RI Masih Punya Banyak PR untuk Genjot Industri Energi Hijau

Bisnis.com,25 Agt 2023, 15:10 WIB
Penulis: Lukman Nur Hakim
Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso dalam acara Asean Energy Business Forum (AEBF) di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/8/2023)/Bisnis-Lukman Nur Hakim

Bisnis.com, BADUNG - PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID menyebut bahwa Indonesia masih memiliki beberapa tugas atau pekerjaan rumah untuk meningkatkan bauran energi bersih di dalam negeri. 

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa saat ini Indonesia tidak cukup jika hanya mengandalkan kekayaan mineral mentahnya saja untuk mengembangkan ekosistem industri energi yang ramah lingkungan. 

Menurutnya, pemerintah perlu memiliki teknologi yang memadai, menyediakan insentif yang menarik minat investor, dan menyusun kebijakan investasi yang mendukung.

“Kami memahami bahwa memperoleh bahan mentah saja tidak akan cukup untuk mengembangkan ekosistem industri energi ramah lingkungan. Kami juga memerlukan kepemimpinan teknologi, insentif pemerintah, dan kebijakan investasi yang mendukung,” kata Hendi dalam acara Asean Energy Business Forum (AEBF) di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/8/2023).

Dia menuturkan, net zero emission nantinya akan meningkatkan produksi sistem dan infrastruktur penyediaan energi ramah lingkungan di Indonesia.

Hendi kembali menekankan bahwa memang perlu adanya kebijakan yang harus dibuat oleh pemerintah seperti peraturan terbaru tentang skema insentif kepada perusahaan pertambangan baru.

Menurutnya, dukungan pemerintah tersebut dapat mempermudah perusahaan pertambangan untuk meningkatkan pasokan mineral Indonesia di masa mendatang.

“Peraturan Pemerintah tentang wilayah pertambangan yang baru-baru ini diterbitkan menawarkan skema insentif kepada perusahaan-perusahaan pertambangan junior dan kehadiran mereka akan memberi kita pilihan dalam meningkatkan pasokan di masa depan,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Denis Riantiza Meilanova
Terkini