Top 5 News BisnisIndonesia.id: Ledakan Kredit Hijau Hingga BM Mobil Listrik CBU

Bisnis.com,26 Agt 2023, 11:03 WIB
Penulis: Nindya Aldila
Ilustrasi pembiayaan berkelanjutan atau green financing. Dok. Freepik.

Bisnis, JAKARTA - Sederet perbankan telah siap meluncurkan kredit hijau seiring dengan pertumbuhan bisnis seputar transisi energi, green building, mobil listrik dan lainnya.

Gelombang kredit hijau sudah nampak mulai membesar khususnya pada 6 bulan pertama 2023. PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) misalnya terus menyasar pasar kredit hijau di Indonesia dan telah mencatatkan portofolio Rp7,63 triliun hingga Juni 2023.

Selain itu, terdapat informasi komprehensif lainnya yang menjadi pilihan redaksi BisnisIndonesia.id pada Sabtu (26/8/2023). Di antaranya adalah:

1. Perlombaan Kredit Hijau Perbankan Kian Memanas

Pada tahun lalu, bank asing khususnya, telah mendeklarasikan untuk membatasi secara bertahap atau bahkan berhenti menyalurkan kredit ke sektor yang tidak ramah lingkungan.

Beberapa bank asing di Tanah Air yang telah aktif mendorong pembiayaan untuk sektor ramah lingkungan misalnya Standard Chartered, DBS, UOB, dan Citibank.

Teranyar, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan berkelanjutan atau sustainability financing hingga Rp17,2 triliun.

2. Adu Balap Mobil Listrik Baterai vs Hibrida

Memasuki awal semester kedua 2023, penjualan mobil listrik baterai mengalami penurunan. Sebaliknya, mobil terelektrifikasi bertipe hibrida justru meningkat. Namun, mobil bertenaga sepenuhnya listrik segera menambah sengat.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan penjualan mobil listrik baterai, termasuk plug-in hybrid, kembali menurun pada Juli 2023 ke level 1.087 unit, setelah pada bulan sebelumnya tercatat 1.217 unit.

Penjualan tertinggi mobil listrik baterai dan hibrida plug-in sepanjang tahun ini terjadi pada Mei 2023, yakni sebanyak 1.567 unit. Pada saat yang sama, penjualan mobil hibrida, termasuk hibrida ringan, terus merangkak naik hingga ke level tertinggi pada Juli 2023, yakni sebanyak 5.630 unit.

3. Jurus Asean Kian Solid di Tengah Badai Ekonomi Global

Asean yang dipimpin oleh Indonesia pada tahun ini bersiap unjuk gigi dengan memperluas cakupan kerja sama guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sehingga menjadi entitas regional yang berpengaruh.

Sri Mulyani mengatakan, pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral Asean menekankan pentingnya penguatan implementasi bauran kebijakan (policy mix) makro ekonomi, sehingga anggota Asean dapat memanfaatkan seluruh instrumen kebijakan untuk memastikan stabilitas ekonomi kawasan.

Selain itu, pertemuan ini, imbuhnya, juga menekankan pentingnya implementasi kebijakan yang terkoordinasi dengan baik untuk mengatasi berbagai risiko global.

4. Prospek Saham PWON Saat Belanja Modal Melesat

Belanja modal atau capital expenditure (capex) emiten properti pengelola superblok Gandaria City, yakni PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) pada semester I/2023 melesat hingga 167,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan perusahaan, PWON telah menggelontorkan capex senilai Rp765 miliar sepanjang enam bulan pertama 2023. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan dengan belanja modal semester I/2022 yang mencapai Rp286 miliar.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PWON Minarto Basuki menyampaikan belanja modal tersebut dikucurkan untuk membiayai sejumlah pembangunan, di antaranya, Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall, renovasi Pakuwon Mall Jogja dan Solo baru.

5. Menakar Urgensi Bebas Bea Masuk Impor Mobil Listrik CBU

Setelah pemberian subsidi harga, pemerintah kembali menyiapkan insentif bebas bea masuk impor mobil listrik untuk memacu penjualan di pasar domestik. Namun, saat rancangan itu masih dikaji sejumlah pabrikan memastikan perakitan lokal di Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) impor kendaraan utuh (completely built up/CBU) mobil listrik dapat memperluas pasar mobil listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.

Menurutnya, PPN 0 persen untuk CBU mobil listrik menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas pasar dan membuat masyarakat lebih mengenal kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini mengingat target produksi mobil listrik atau EV pada 2035 mencapai 1 juta unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Nindya Aldila
Terkini