Bank Permata (BNLI) Ungkap Strategi Jaga NIM pada Level Sehat

Bisnis.com,29 Agt 2023, 13:33 WIB
Penulis: Arlina Laras
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Permata di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Permata Tbk. alias Permata Bank (BNLI) berupaya mempertahankan rasio margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perusahaan di level terbaik usai Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75 persen delapan kali berturut-turut hingga Agustus 2023. 

Direktur Utama PermataBank Meliza M. Rusli mengatakan akan menjaga keseimbangan komposisi aset dan dana pihak ketiga sesuai dengan prioritas strategi bank yang mengedepankan ekosistem grup bisnis dan juga deposit serta wealth management franchise.

“Iklim perekonomian global yang masih belum kondusif tentunya akan menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan spesifik bank seperti pangsa pasar, jangkauan layanan perbankan, hal-hal prioritas yang ingin dicapai,” ujarnya pada Bisnis melalui keterangan tertulis, Senin (28/8/2023). 

Sebagai informasi, rasio NIM BNLI tercatat sebesar 4,47 persen pada semester I/2023, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,02 persen.

Tak hanya itu, Bank Permata juga menyampaikan posisi likuiditas perbankan masih memadai, sehingga belum memerlukan penambahan pendanaan non-DPK (dana pihak ketiga)

“Kondisi likuiditas dan capital PermataBank masih terjaga dengan baik dalam memenuhi kebutuhan pertumbuhan kredit. Kami terus berfokus kepada pertumbuhan giro dan simpanan yang merupakan pendanaan yang lebih murah dan stabil,” katanya. 

Lebih lanjut, saat ini pihaknya berpedoman pada strategi berfokus pada pemahaman kebutuhan nasabah dan menjaga relationship yang berkesinambungan melalui pemberian solusi yang tepat, reliable dan cepat demi menjadi preferred ecosystem partner untuk bisnis dan juga berfokus pada bisnis deposit dan wealth management.

“Sehingga, dengan strategi tersebut pertumbuhan DPK kami saat ini tetap bertumbuh dengan baik,” tutupnya. 

Sebagai informasi, BNLI membukukan laba bersih sepanjang selama enam bulan pertama pada 2023 senilai Rp1,41 triliun.  Sementara, jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya terdapat penurunan tipis 1,41 persen dari posisi sebelumnya Rp1,43 triliun

Mengacu pada laporan publikasi yang dikutip Bisnis, Selasa (1/8/2023), meski di tengah penurunan laba, pada yang waktu yang sama, pendapatan bunga bersih Bank Permata tumbuh 14,65 persen yoy dari Rp4,3 triliun menjadi Rp4,93 triliun. Tercatat, pendapatan bunga BNLI hingga Juni 2023 mengalami pertumbuhan 27,61 persen yoy dari Rp6,12 triliun menjadi Rp7,81 triliun.

Adapun, BNLI diketahui telah menyalurkan total pinjaman mencapai Rp137,39 triliun pada semester I/2023, yang terdiri dari kredit senilai Rp117 triliun dan pembiayaan syariah senilai Rp20,39 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, BNLI juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar sembilan persen secara yoy Rp251,4 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp229,7 triliun.  

Pada sisi pendanaan, Bank Permata telah meraup total simpanan nasabah Rp185,4 triliun, naik 8 persen yoy, disebabkan oleh simpanan dana murah atau current accounts savings accounts (CASA) yang naik 4 persen yoy menjadi Rp104,6 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp100,8 triliun, dengan kontribusi pertumbuhan giro sebesar 5 persen dan tabungan sebesar 2 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini