Bank Jago (ARTO) Bicara soal Persaingan Ketat Bank Digital Tahun Ini

Bisnis.com,30 Agt 2023, 19:54 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Nasabah berada di kantor cabang Bank Jago, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Persaingan di pasar bank digital kian ketat seiring dengan bermunculannya bank-bank digital baru pada tahun ini. PT Bank Jago Tbk. (ARTO) pun buka-bukaan siasat dalam menghadapi persaingan ketatnya di industri bank digital. 

Head of Consumer Business Customer Value Management Bank Jago Irene Santoso mengatakan sejak 2021, industri bank digital mulai booming. Banyak bank-bank digital bermunculan pada saat itu, termasuk Bank Jago.

Tahun ini, bank-bank digital baru kian berjamur. Ada Superbank misalnya yang sebelumnya dikenal dengan PT Bank Fama International Tbk. Kemudian, Hibank yang sebelumnya bernama PT Bank Mayora. Bank digital baru ini merupakan anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) yang diakuisisi oleh Astra Financial bersama WeLab juga akan meluncur sebagai bank digital baru pada tahun ini.

"Kalau dilihat, memang market sangat kompetitif. Akan tetapi bagi kami ini positif bantu inklusi keuangan di Indonesia. Kami pun memandang kompetisinya adalah bagaimana memberi layanan lebih baik lagi bagi unbanked atau underbanked," ujar Irene dalam acara Media Forum Jurnalis Jagoan Bank Jago x ADVANCE.AI pada Rabu (30/8/2023) di Jakarta. 

Bank Jago pun menyiapkan siasatnya untuk menghadapi persaingan ketat bank digital tersebut. "Kalau menghadapi kompetisi kami fokus saja untuk memberikan layanan yang terbaik, nanti biarkan pengguna yang berbicara, layanan terbaik mana yang relevan buat mereka," tutur Irene.

Bank Jago sendiri gencar menggaet partner di berbagai ekosistem baik keuangan hingga gaya hidup. Perseroan terus memaksimalkan kerja sama dengan ekosistem di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), termasuk GoTo Finansial (Gopay) untuk integrasi.

GoTo melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa atau Gopay turut memegang kepemilikan di ARTO dengan porsi 21,4 persen saham.

ARTO juga diketahui telah meneken kerja sama dengan beberapa lending partner besar seperti Atome, Akseleran, Investree, Modal Rakyat, Home Credit, hingga BFI Finance.

Selain menggaet banyak partner, Bank Jago juga terus mengembangkan sejumlah fitur untuk menggaet lebih banyak nasabah.

Emiten bank berkode ARTO ini tengah menyiapkan fitur tabungan yang akan ditanam di Gopay. Fitur tabungan itu akan menghubungkan pemilik akun Gopay dengan Bank Jago. Melalui persetujuan pengguna, pemilik akun Gopay akan menjadi nasabah Bank Jago. Demikian juga sebaliknya, pemilik rekening Bank Jago bakal memiliki akun Gopay.

Bila dirilis, fitur ini baru pertama kali ada di Indonesia. Pemilik akun Gopay yang memiliki rekening Bank Jago, tidak perlu lagi melakukan isi ulang saldo (top up), karena secara otomatis nasabah terintegrasi dengan dompet digital besutan GoTo itu.

Selain itu, Bank Jago juga menggaet perusahaan teknologi keuangan (fintech) asal Singapura, ADVANCE.AI untuk meningkatkan pengalaman dalam pembukaan rekening nasabah.

ADVANCE.AI menawarkan solusi electronic know your customer (e-KYC) yang mengintegrasikan berbagai fitur, seperti optical character recognition (OCR), deteksi keaktifan, dan perbandingan wajah ke dalam proses pembukaan rekening yang dilakukan Bank Jago. 

Melalui solusi e-KYC berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/Al) itu, verifikasi identitas digital dan layanan pendaftaran nasabah dapat dilakukan dengan efisien serta aman. ADVANCE.AI dapat menyederhanakan proses pendaftaran nasabah dan menjaga identitas nasabah dengan mencegah aktivitas penipuan yang berasal dari eksploitasi teknologi.

Seperti diketahui, saat ini nasabah ARTO mencapai 8,3 juta. Sekitar 6 juta nasabah berasal dari aplikasi Jago, sedangkan sisanya berupa debitur atau peminjam kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini