Bank-Bank Bermodal Tebal Gencar Jaring Dana Murah, Siapa Terbesar?

Bisnis.com,18 Sep 2023, 14:37 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan dana murah atau current account savings account (CASA) jadi andalan bank kala menghadapi tekanan suku bunga acuan. Bank jumbo seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) berupaya mempertebal rasio dana murah mereka.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan selaras dengan pertumbuhan transaksi dan basis nasabah, kinerja dana pihak ketiga (DPK) BCA bertumbuh dengan solid. Pertumbuhan DPK ini ditopang oleh dana murah yang kuat.

"Rasio CASA terhadap total DPK mencapai 80,7 persen, salah satu yang tertinggi di industri, dengan biaya dana yang murah dan stabil," ujar Hera kepada Bisnis pada Senin (18/9/2023).

BCA mencatatkan dana murah Rp865 triliun pada semester I/2023, naik 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Rasio dana murah di BCA mencapai 80,7 persen dari total DPK yang mencapai Rp1.071 triliun pada semester I/2023.

Sebelumnya, Hera juga mengatakan dengan besarnya porsi dana murah, BCA bisa mengatasi tren suku bunga tinggi yang berdampak pada cost of fund (CoF) perseroan.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan tren suku bunga acuan yang tinggi membawa tantangan bagi sektor perbankan. BRI pun siap dengan sejumlah siasat, di antaranya mendongkrak dana murah.

"Rasio dana murah kita dijaga naik, ini signifikan naik hampir Rp100 triliun," kata Sunarso dalam Media Gathering beberapa waktu lalu.

BRI mencatatkan dana murah sebesar Rp815,42 triliun, naik 10,41 persen yoy. Porsi dana murah di BRI mencapai 65,49 persen.

Upaya yang dilakukan BRI dalam menggenjot dana murah adalah dengan mengandalkan layanan digital dan hybrid. Platform digital besutan BRI yakni BRImo telah mencatatkan 27,8 juta jumlah pengguna. Nilai transaksi juga tumbuh 76,3 persen yoy menjadi Rp1.896 triliun. 

Bank jumbo lainnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan dana murah Rp532,3 triliun, naik 11,1 persen yoy. Porsi dana murah di BNI mencapai 69,6 persen pada semester I/2023.

Lalu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan dana murah Rp1.050,06 triliun pada semester I/2023, naik 12,6 persen yoy. Porsi dana murah di BMRI mencapai 73,4 persen.

Apabila dibandingkan, Bank Mandiri menjadi bank jumbo dengan raupan dana murah terbanyak yakni Rp1.050,06 triliun. Namun, jika dilihat dari sisi rasionya, BCA menjadi jawaranya dengan rasio 80,7 persen.

Sementara, dibandingkan dengan bank jumbo lainnya rasio dana murah BRI menjadi yang terkecil yakni 65,49 persen, kalah dari BNI yang mencatatkan porsi dana murah 69,6 persen.

Sebelumnya, Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan sejauh ini BRI selalu melakukan maintain pendanaan. "Jadi, tidak mau berlebihan," katanya dalam Emiten Talk yang digelar Stockbit Sekuritas pada Juli lalu (5/7/2023). Meski begitu, tahun ini bank berupaya untuk mempercepat raupan dana murahnya.

Adapun, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan porsi dana murah ini bisa menjadi senjata ampuh bagi bank untuk mengatasi dampak tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang tinggi. 

Sejak kenaikan suku bunga acuan BI pada pertengahan tahun lalu hingga awal tahun ini sebesar 225 basis poin (bps), bank-bank pun bersaing meraup dana murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini