Intip Cara Modalku Lindungi Data Pribadi Konsumen

Bisnis.com,22 Sep 2023, 07:08 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Reynold Wijaya, Co-founder & CEO Modalku./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan fintech P2P lending PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) menilai keamanan dan perlindungan data perlindungan pribadi menjadi hal yang penting di industri ini.

Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan bahwa sejak 2018, Modalku telah bersertifikasi ISO 27001. Pasalnya, Reynold menjelaskan di industri fintech P2P lending, ISO 27001 menjadi sertifikat yang sangat penting dan wajib untuk dibukakan oleh semua platform.

“Kita wajib memberikan pelatihan internal secara berkala untuk menghindari cyber attack seperti phising maupun scam,” kata Reynold dalam webinar bertajuk Peluang dan Tantangan Industri Peer-to-Peer Lending di Era UU PPSK, Kamis (21/9/2023).

Selain itu, Modalku juga mengedukasi para pengguna mengenai pengamanan data serta cara melakukan transaksi yang aman. Perusahaan yang hadir di lima negara itu juga mengimplementasikan two factor authentication di seluruh platform internal Modalku.

Serta, melakukan internal berkala untuk seluruh sistem dan akses yang digunakan. Reynold menjelaskan bahwa sejumlah upaya tersebut dilakukan Modalku untuk menjaga keamanan data konsumen.

Adapun dalam hal perlindungan data konsumen, Modalku melakukan serangkaian langkah, terutama dalam proses penagihan untuk tetap menjaga perlindungan konsumen.

Reynold menuturkan bahwa sebelum tanggal jatuh tempo, Modalku akan mengirimkan notifikasi jadwal pembayaran melalui email/telepon/SMS. Namun, jika melewati tanggal jatuh tempo, perusahaan akan mencari tahu kendala yang dialami dan berdiskusi mencari solusi.

Di samping itu, Modalku juga melakukan sosialisasi secara berkala kepada tenaga penagihan terkait SOP yang berlaku. Serta, memonitor dan mereview seluruh aktivitas penagihan, termasuk evaluasi jika ada aduan dari penerima dana.

Mengutip laman resmi Modalku pada Kamis (21/9/2023), kinerja Modalku Indonesia mencatat total akumulasi pendanaan sejak berdiri mencapai Rp6,99 triliun. Sementara itu, total outstanding pendanaan sampai dengan 31 Agustus 2023 mencapai Rp140,74 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini