Tips Aman Berinvestasi untuk Anak Muda

Bisnis.com,25 Sep 2023, 06:41 WIB
Penulis: Redaksi
Generasi muda mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Investasi menjadi gerakan baru dikalangan anak muda saat ini. Bukan hanya menjadi trend, investasi bahkan menjadi gaya hidup bagi sebagian orang.Hal ini karena berubahnya pemikiran yang beranggapan bahwa investasi harus dilakukan sedini mungkin. 

Data Bursa Efek Indonesia yang menganalisa system informasi investor, jumlah angkatan muda beinvestasi lewat pasar modal terus meningkat. Kemudahaan teknologi dan rendahnya deposit menjadi penggerak utama.

Meski demikian, investasi bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Ada risiko besar yang harus ditanggung dan juga tantangan yang cukup tinggi. 

Tantangan lainya, investasi tak selalu aman dan menguntungkan. Saat ini marak terjadi investasi bodong, dan para korban biasanya adalah investor pemula yang masih belajar berinvestasi. Kerugian yang dialami pun tak sedikit sehingga beberapa orang tak berani untuk melakukan investasi lagi. 

Sebenarnya, investasi itu aman apabila dipahami dengan baik dan tidak asal-asalan. Para pemula dalam berinvestasi wajib memahami beberapa hal dan terus belajar agar tidak mengalami kerugian. Selain itu, mengikuti tips-tips investasi penting untuk dilakukan. 

Berikut beberapa tips berinvestasi untuk pemula:

1. Mempelajari Secara Mendalam Tentang Investasi dan Juga Profil Investasi Diri

Hal pertama yang harus dilakukan oleh investor pemula adalah mempelajari lebih dalam tentang Investasi. Sama seperti dalam suatu hubungan, kamu harus mengenal dan mempelajari seseorang dengan baik sebelum menjadikan dia pasangan hidup. Hal itu sama seperti berinvestasi, kamu harus mengenal dengan baik dunia investasi sebelum memilih untuk berinvestasi. 

Selain mengenal, kamu juga perlu mempelajari lebih dalam tentang Investasi, mulai dari keuntungan, resiko, hingga strategi dalam berinvestasi. 

Tak hanya mempelajari tentang Investasi, kamu juga harus mempelajari profil Investasi diri kamu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui situs resminya menyarankan untuk sebelum berinvestasi seorang Investor harus kenali profil Investasi dirinya. 

Hal ini karena setiap orang punya tujuan investasi yang berbeda-beda, jangka waktu investasi yang tidak seragam, penerimaan terhadap resiko yang berbeda, serta harapan terhadap tingkat return pun berbeda. 

Kamu perlu menanamkan komitmen dalam diri agar tidak mudah menyerah ketika Investasi tak berjalan sesuai yang kamu inginkan. Investasi selalu memiliki resiko untuk sangat penting untuk mempunyai komitmen yang tinggi dalam berinvestasi.  

2. Mampu Menahan Diri

Tips kedua yang harus dilakukan agar aman berinvestasi adalah mampu menahan diri. Dalam dunia Investasi ada banyak hal yang bisa membuat kamu tergiur seperti penawaran keuntungan besar dan juga tingkat kerugian yang sedikit bahkan tidak ada.Tawaran-tawaran seperti ini biasanya akan selalu ada. Jika kamu tidak mampu menahan diri maka kamu harus bersiap untuk resiko yang akan kamu dapatkan.  

Selain itu, perlu untuk kamu ingat tawaran keuntungan tinggi juga memiliki resiko atau kerugian yang tinggi pula. Tawaran seperti ini juga biasanya berasal dari investasi-investasi bodong yang harus kamu hindari. 

Jangan membeli saham karena ikut-ikutan. Biasanya karena banyak yang membeli saham di salah satu perusahaan akhirnya tertarik untuk membeli saham di perusahaan itu juga. Hal ini juga perlu kamu hindari, ingat pintar berinvestasi adalah mencari tahu terlebih dahulu semua informasi tentang perusahaan secara matang. 

3. Tentukan Instrumen dan Jangka Waktu yang Dipilih

Tips ketiga ini penting untuk kamu lakukan agar Investasi kamu berhasil sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Tentukan  Instrumen Investasi berdasarkan dengan profil risiko dan tingkat keuntungan. Dua hal ini harus kamu tentukan dengan matang agar nantinya tidak merugi. 

Pilih jangka waktu sesuai dengan tujuan awal kamu berinvestasi. Jika tujuanmu adalah keuntungan besar maka kamu dapat memilih berinvestasi jangka menengah atau panjang begitupun sebaliknya.  

4. Memperhatikan Legalitas Perusahaan

Tips satu ini adalah tips paling penting yang harus kamu lakukan agar terhindar dari investasi bodong.

 Kamu harus mencari tahu terlebih dahulu semua informasi perusahaan atau lembaga yang akan kamu lakukan investasi. Pastikan bahwa lembaga atau perusahaan telah memiliki Izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), atau Kementerian Koperasi dan UKM. 

 Kamu juga perlu memahami regulator yang mengawasi perusahaan yang menjual dan menawarkan investasi. 

5. Pilih Jenis Produk dan Memahami Ketentuan Produk

Setelah mengetahui seluruh informasi perusahaan, hal berikut yang kamu perhatikan adalah produk yang ditawarkan dan ketentuan produk. 

Pilihlah jenis produk sesuai dengan kebutuhan kamu dan tidak tergiur dengan penawaran produk lain. Kamu juga perlu memahami secara lengkap hak dan kewajibanmu, manfaat terhadap diri kamu, biaya, dan terakhir risiko yang berkaitan dengan produk. (Ernestina Jesica Toji)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Anggara Pernando
Terkini