Bos Himbara BNI Cs Pede Wajah Baru ATM Link Bisa Tekan Biaya hingga 25 Persen

Bisnis.com,27 Sep 2023, 06:22 WIB
Penulis: Arlina Laras
Soft Launching Integrasi dan Wajah Baru ATM Link Himbara/dok. Kementerian BUMN

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Konsolidasi ATM Himbara mengungkapkan kehadiran wajah baru dari ATM Link akan membawa dampak positif terhadap pengurangan biaya bagi Himbara, bahkan bisa efisien hingga 25 persen.

“Bank Himbara tidak perlu lagi pengadaan, misalnya BTN jumlahnya kan ada 2.000 unit dari total keseluruhan ATM Link, yaitu 53.000, masa untuk menjangkau pelosok dia harus beli lagi, nah ini tidak perlu beli, barengan saja, sehingga Himbara bisa jadi lebih efisien,” ujarnya pada Bisnis saat ditemui usai agenda Soft Launching ATM Link, Selasa (26/9/2023).

Dirinya melanjutkan, keuntungan dari integrasi ini pun akan dirasakan oleh nasabah. Pasalnya, peningkatan jumlah ATM yang tersedia di jaringan ATM Link, maka jangkauan layanan perbankan akan semakin luas, dan biaya transaksi pun akan menjadi lebih efisien.

Adapun, baginya dengan penyatuan sumber daya dari empat bank besar Tanah Air, maka ini akan menciptakan kolaborasi yang lebih kuat, dan menjadi kekuatan baru untuk bersaing di pasar.

“Kita [Himbara] enggak akan lagi ada pengadaan baru, sekarang kita cukup optimalkan yang ada saja. Sekarang, produktivitasnya yang kita dorong. Kalau dulu ada tiga ATM di tempat yang sama, ya sekarang satu tempat satu ATM, lalu sisanya taruh di tempat lain,” ucapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan itu dengan adanya integrasi fitur empat bank dalam satu pintu bakal memangkas biaya dari sisi bank menjadi lebih efisien, karena dapat ditanggung bersama.

“Karena itu akan satu, jadi satu. Efisiensi paling tidak 25 persen,” ucapnya. 

Direktur IT Bank Mandiri Timothy Utama pun menambahkan adanya ‘footprint’ integrase dan wajah baru ATM Link ini dapat mengoptimalkan penggunaan ATM dengan bekerja sama dalam untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih baik.

“Umpamanya ada empat ATM, nah sekarang jadi satu, itu kan lebih efisien. Jadi kerja sama [Himbara soal ATM] ini dikoordinasikan oleh Jalin,” ungkapnya. 

Saat disinggung soal keamanan transaksi, Timothy pun menunjukkan keyakinan bahwa keamanan sistem merupakan prioritas utama. 

Dia menyatakan bahwa keamanan sistem pasti aman, yang berarti bahwa mereka telah melakukan upaya yang signifikan untuk melindungi sistem mereka dari ancaman siber. Ini mencakup pemantauan dan peningkatan keamanan secara terus-menerus.

“Dengan adanya penggabungan ini, maka akan lebih luas lagi, rescources kita akan lebih besar lagi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama BTN Nixon Napitulu yang mengatakan dengan adanya integrasi ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya pengadaan mesin ATM.

  “Dengan integrasi ini? Harusnya iya. Kalau enggak, pasti semua bank bakal melakukan pengadaan mesin sendiri.Hadirnya inovasi ini membuat semua lebih murah, kan beli ATM lebih banyak jadi lebih murah, pengelolaan juga lebih efisien. Hal ini lantaran, selama ini kan kita memelihara orang, sistem. Nah, searang ada Jalin, jadi lebih murah. Kita terbantu banyak, karena kita semua serahkan pengelolaannya ke Jalin,” katanya kepada awak media.

Adapun, saat ini, pelaksanaan proyek pun telah terbagi dalam beberapa stream. Mulai dari stream bisnis yang dipimpin oleh BNI, stream operasional yang dipimpin oleh BRI.

Lalu, stream IT yang dilakukan oleh Jalin dan BNI. Kemudian, stream transaksi yang dipimpin oleh Mandiri dan yang terakhir stream risk oleh BTN.Sebagai informasi, Kementerian BUMN mendorong bank-bank Himbara, yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN untuk  melakukan inovasi dan mengintegrasikan secara bertahap seluruh mesin ATM dan CRM di bawah pengelolaan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin)

Dalam sambutannya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan di era digitalisasi seperti saat ini, Himbara diharapkan semakin dekat dengan digitalisasi. Efisiensi pun menjadi salah satu kunci di era digital saat ini.

“Saya mendapat laporan dari 90.000 ATM, 53.000 ATM itu adalah Link, artinya Link ini dominan. Tinggal bagaimana sistem Link ini bisa terus dikembangkan, selain dengan mengintegrasi produk-produk yang ada di BUMN, dan kalau bisa integrasi dengan produk-produk dari pihak lain. Karena dengan accessibility ini, bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kita melalui produk-produk yang kita miliki,” ujar Erick di sela-sela acara Soft Launching Integrasi dan Wajah Baru ATM Link.

Dalam acara tersebut juga dikenalkan tampilan baru ATM Link dengan tujuan memperkuat posisi mereknya, sehingga dapat memberikan kesan yang lebih fresh dan berbeda.

Di mana, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) secara bertahap tengah memperluas fitur ATM Link, di mana 335 fitur bakal terhimpun dalam satu ATM.

Bahkan, kedepannya ATM Link milik Himbara akan membuka akses ke layanan ini tidak hanya bagi nasabah perbankan, tetapi juga untuk non-perbankan, seperti bank daerah (BPD), bank digital tanpa kantor cabang, perusahaan fintech hingga e-commerce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini