Optimisme Citibank di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bisnis.com,27 Sep 2023, 15:49 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, saat kunjungan ke redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (27/9/2023)/Bisnis-Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Citibank N.A., Indonesia membagikan pandangan mengenai sejumlah isu ekonomi dari kondisi global hingga perbankan Indonesia terkini.

Chief Executive Officer (CEO) Citibank Indonesia Batara Sianturi mengatakan perseroan optimistis melihat kondisi domestik saat ini, tetapi tetap perlu waspada dengan kondisi ekonomi global.

Sebagaimana diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2023 tercatat sebesar 5,17 persen yoy, atau meningkat dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04 persen yoy.

Inflasi IHK Agustus 2023 tercatat 3,27 persen (yoy) sehingga tetap berada di dalam sasaran 3,0±1 persen. Inflasi inti tercatat sebesar 2,18 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,43 persen (yoy),  Selain itu, juga tercatat surplus neraca dagang pada periode yang sama senilai US$3,12 miliar.

"Kalau kita lihat likuiditas, pertumbuhan portofolio kredit, hingga CAR [capital adequacy ratio/CAR] tetap terjaga," katanya dalam kunjungannya ke Wisma Bisnis Indonesia pada Rabu (27/9/2023).

Sebagaimana diketahui, kredit perbankan pada Agustus 2023 tumbuh 9,06 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 8,54 persen yoy. Permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 27,44 persen pada Juli 2023.

Selain itu, risiko kredit terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sebesar 2,51 persen (bruto) dan 0,80 persen (neto) pada posisi yang sama.

Likuiditas perbankan pada Agustus 2023 terjaga, dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,24 persen (yoy). Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi, yakni 26,49 persen pada Agustus 2023.

Akan tetapi Batara menilai ada tantangan yang akan dihadapi ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini. "Permintaan domestik memang kuat, tapi kita masih melihat keseimbangan dari neraca transaksi berjalan, apakah positif atau slow," ujarnya.

Director Economist Citi Research Helmi Arman mengatakan tantangan yang akan dihadapi oleh ekonomi Indonesia adalah ketidakpastian ekonomi global yang tinggi. "Ada kemungkinan suku bunga di AS [Amerika Serikat] tetap di level tinggi untuk waktu yang lebih lama," ungkapnya.

Investor pun mempersiapkan skenario higher for longer atau kebijakan suku bunga tinggi yang disinyalkan akan berlaku untuk jangka panjang.

Di tengah kondisi ketidakpastian itu, ada yang mesti disiapkan oleh Indonesia, yakni dari sisi neraca arus modal atau utang luar negeri. "Hal ini karena saat suku bunga AS mahal, di-roll over jadi mahal juga," ujarnya.

Adapun, Citibank Indonesia telah membukukan laba bersih sebesar Rp1,15 triliun sepanjang paruh pertama 2023 atau semester I/2023, naik 54,07 persen secara tahunan (yoy). Di antara faktor pendorong kinerja laba bank adalah bisnis institusional.

Pada bisnis institusional itu, Citibank Indonesia mencatatkan penyaluran kredit seperti ke sektor manufaktur, perantara keuangan, asuransi yang tumbuh pesat.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit keseluruhan Citibank Indonesia pada semester I/2023 naik 10,33 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp43,24 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini