Bunga Deposito Masih Tinggi, Bank Menengah Bersaing Ketat Jaring Dana

Bisnis.com,09 Okt 2023, 11:35 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Suku bunga deposito rata-rata di perbankan masih mencatatkan tren yang menanjak meski laju suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah tertahan delapan bulan beruntun. Peningkatan suku bunga ini juga masih terjadi di bank kelas kedua atau kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3.

Sebagai informasi, BI telah menahan suku bunga acuannya di level 5,75 persen dalam delapan bulan beruntun pada tahun ini. Sebelumnya, suku bunga acuan BI telah mengalami tren peningkatan sebanyak 225 basis poin (bps) sejak pertengahan 2022 hingga awal tahun ini.

Saat suku bunga acuan BI terus tertahan, suku bunga deposito bank masih terkerek naik. Berdasarkan data BI, suku bunga deposito 1 bulan pada Agustus 2023 berada di level 4,23 persen, naik 5 bps dibandingkan bulan sebelumnya atau Juli 2023 di level 4,18 persen. Sementara sepanjang tahun berjalan atau secara year to date (ytd) suku bunga deposito 1 bulan itu naik 26 bps.

Berdasarkan laporan Perkembangan Pasar Keuangan September 2023 yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), suku bunga simpanan sejumlah kelompok bank masih bergerak naik. "Suku bunga simpanan perbankan bergerak terbatas," tulis laporan LPS dikutip Bisnis pada Senin (9/10/2023).

Rata-rata tingkat bunga deposito rupiah seluruh bank sebenarnya bergerak stabil di level 3,84 persen. Namun, berdasarkan kelompok modal, suku bunga deposito KBMI 3 menunjukkan kenaikan sebesar 4 bps ke level 3,60 persen. 

Sementara, suku bunga simpanan valuta asing (valas) masih meningkat sejalan dengan arah kenaikan suku bunga global.

LPS memperkirakan suku bunga simpanan rupiah bergerak lebih stabil sejalan dengan arah kebijakan moneter domestik yang dipertahankan tetap di level 5,75 persen. Sementara itu suku bunga simpanan valas diperkirakan masih akan bergerak naik dengan laju yang lebih lambat pasca kenaikan kebijakan Fed Fund rate pada Juli 2023. 

"Meski demikian, respons antar kelompok bank relatif berbeda dipengaruhi kondisi internal likuiditas masing-masing bank," tulis LPS.

Pada KBMI 3, masih meningginya tren suku bunga deposito membuat persaingan terasa ketat dalam meraup nasabah. "Yang pasti saat ini likuditas ketat, saya bisa bilang ketat, terutama di time deposit rate. Ini ketat banget," ujar Direktur Utama Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Nixon LP Napitupulu.

Sementara, Presiden Direktur PT Bank Panin Tbk. (PNBN) Herwidayatmo mengatakan persaingan dalam meraup simpanan di bank memang hal yang biasa terjadi, terutama di tengah tingkat suku bunga acuan BI yang masih tinggi.

Bank Panin pun berupaya meraup simpanan dengan menawarkan bunga yang kompetitif. "Kita buat bunga sekompetitif mungkin," tuturnya.

Selain itu, Bank Panin berupaya mendongkrak pendanaan dari sisi dana murah atau current account savings account (CASA). "Dari CASA memang semua orang berlomba-lomba ke sana, berkompetisi sehat, tiap bank punya program sendiri-sendiri," ujar Herwidayatmo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini