Tsunami Ekonomi Dunia Ancam Bank RI, Pesan OJK kepada Bankir

Bisnis.com,09 Okt 2023, 16:30 WIB
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Ilustrasi bank. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Suku bunga Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan tetap di level tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama atau higher for longer. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menyiapkan sejumlah kiat agar perbankan tetap tangguh hadapi tantangan global itu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan dalam menghadapi kondisi higher for longer, perbankan didorong untuk memperkuat permodalan dan pencadangan yang memadai. OJK juga secara konsisten melakukan stress test.

"Selain stress test OJK, perbankan juga didorong untuk melakukan stress test mandiri," ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) bulanan OJK pada Senin (9/10/2023).

Kemudian, OJK perkuat mitigasi risiko secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pengawasan diiringi dengan penerbitan regulasi. "Konsolidasi perbankan juga diharapkan tetap tangguh berikan kontribusi ke perekonomian," ujar Dian.

Lalu, OJK mendorong peningkatan integritas sistem keuangan di perbankan melalui regulasi baru yakni Peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.

Meski begitu, Dian mengungkapkan sektor perbankan mampu menunjukan resiliensi dengan permodalan yang tinggi dan risiko kredit terjaga di tengah kondisi higher for longer. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan ada di level 27,66 persen pada Agustus 2023, menguat dari kondisi periode yang sama tahun sebelumnya 25,07 persen.

Lalu, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross di level 2,5 persen pada Agustus 2023 menyusut dari 2,88 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara NPL nett stabil di level 0,79 persen.

Selain itu, di tengah fluktuasi imbal hasil utang AS, perbankan terpantau telah melakukan serangkaian mitigasi. Bank melakukan rebalancing dengan held to maturity hingga available for sale agar tidak mengganggu permodalan.

Sebagaimana diketahui, proyeksi resesi AS semakin menguap seiring dengan skenario higher for longer. Kemudian, banyak investor yang menyiapkan skenario higher for longer atau kebijakan suku bunga tinggi yang disinyalkan akan berlaku untuk jangka panjang.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih akan berlanjut. “Kami lihat Fed Funds Rate akan naik di November 2023,” katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG BI), bulan lalu (21/9/2023).

Perry mengatakan masih berlanjutnya kenaikan suku bunga The Fed akan semakin meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global, terutama di pasar negara berkembang. “Akibatnya pelemahan nilai tukar di negara berkembang semakin tinggi,” jelas Perry.

Dengan demikian, dia menilai dibutuhkan respons kebijakan untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan global tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Annisa Sulistyo Rini
Terkini