Risiko Selalu Ada, Askrindo Ungkap Sederet Manfaat Asuransi

Bisnis.com,10 Okt 2023, 15:44 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Ilustrasi asuransi/mhibroker.com

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan yang masuk ke dalam Holding BUMN Indonesia Financial Group (IFG), PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo menyampaikan bahwa setiap individu memiliki risiko yang tak dapat diprediksi. Risiko inilah yang membuat setiap individu perlu memiliki proteksi berupa asuransi.

Corporate Communication Askrindo Luluk Lukmiyati mengatakan bahwa setiap individu dihadapi risiko, baik kecelakaan diri, kebakaran, perjalanan, pengiriman barang, kerusakan kendaraan, maupun UMKM.

“Kalau kita jalan kaki saja, itu juga ada risikonya. Risiko itu selalu ada, dan asuransi hadir untuk melindungi karena kita tidak tahu kejadiannya seperti apa, kapan [terjadi], sehingga penting bagi semua orang memiliki asuransi,” kata Luluk dalam acara Lunch Media dan Literasi Asuransi di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Luluk menyampaikan bahwa asuransi dapat memberikan rasa tenang dan aman saat dihadapkan pada risiko yang tak bisa diprediksi. Hal ini mengingat asuransi merupakan bentuk perlindungan (proteksi).

“Itulah mengapa kalau kita lihat ikon-ikon asuransi adalah sebuah payung, karena dia [asuransi] melindungi. Kalau kita mempunyai perlindungan, pasti rasanya aman kan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Luluk, asuransi juga dapat meminimalisir risiko kerugian serta bermanfaat untuk tabungan dan investasi masa depan, salah satunya dengan memiliki asuransi personal accident yang memiliki manfaat untuk ahli waris.

Luluk menambahkan bahwa asuransi juga membantu mengelola keuangan dengan baik. “Ini karena kalau kita asuransi berarti ada premi, berarti kita harus menyisihkan tabungan,” tambahnya.

Namun, tidak semua risiko penyebab terjadinya kerugian ditanggung oleh asuransi. Dalam asuransi, Luluk menjelaskan bahwa tidak semua risiko penyebab terjadinya kerugian dapat ditanggung oleh asuransi.

“Risiko-risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi biasanya harus memenuhi prinsip insurable risk atau risiko-risiko yang dapat diasuransikan,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa terdapat delapan kriteria yang termasuk dalam insurable risk, di antaranya risiko dapat dinilai dengan uang, risiko-risiko yang sama, risiko harus murni, risiko khusus dna fundamental, risiko tiba-tiba dan tak terduga, risiko kepentingan asuransi, tidak bertentangan dengan ketertiban umum, dan premi harus wajar.

Sementara itu, Data Indeks Literasi Keuangan Nasional tahun 2022 menunjukkan literasi sektor perasuransian meningkat menjadi 31,72 persen dari yang semula 15,8 persen pada tahun 2016.

Sekretaris Perusahaan Askrindo Cahyo Hari Purwanto mengatakan bahwa hanya sebagian kecil masyarakat yang sudah terliterasi sektor perasuransian, tetapi belum terdorong dalam memanfaatkan produk asuransi itu sendiri (inklusi).

Untuk itu, Cahyo menuturkan bahwa Askrindo berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi.

“Kami memacu untuk meningkatkan komitmen dalam terus mengedukasi masyarakat mengenai pemahaman tentang asuransi di tengah tantangan era digital dan tetap memberikan inovasi yang selaras dengan prinsip Good Corporate Governance [GCG],” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini