Citi Indonesia Sebut Transformasi Digital Bikin Transaksi Lebih Efisien

Bisnis.com,12 Okt 2023, 18:07 WIB
Penulis: Rika Anggraeni
Kepala OJK Institute Agus Sugiarto (tengah) berbincang dengan CEO Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) Batara Sianturi (kanan), dan Head of Treasury and Trade Solutions Citi Indonesia Yoanna Darwin di sela-sela acara Treasury Trade and Solutions Conference; The Future of Business: Riding on The Wave of Digitalization di Jakarta, Kamis (12/10/2023)./Bisnis-Himawan L Nugraha.

Bisnis.com, JAKARTA — Citibank N.A.,Indonesia (Citi Indonesia) menyebut transformasi digital berimbas pada efisiensi transaksi hingga membuka baru di industri keuangan, termasuk perbankan.

Head of Treasury & Trade Solutions Citi Indonesia Yoanna Darwin melihat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital telah mengubah cara hidup, bekerja, dan seseorang dalam berinteraksi. Transformasi digital ini juga mempengaruhi cara seseorang melakukan transaksi keuangan.

“Metode [keuangan] tradisional seperti uang tunai dan pajak telah digantikan oleh pembayaran digital, dan menjadi metode yang paling menonjol saat ini,” ujar Yoanna dalam acara bertajuk The Future of Business: Riding on The Wage of Digitalization, Treasury and Trade Solutions Conference di Jakarta, Kamis (12/10/2023).

Yoanna juga menuturkan bahwa globalisasi turut meningkatkan kelancaran transaksi lintas batas (cross border) dan upaya untuk memperluas inklusi keuangan. Bahkan, dia menilai ekonomi digital merupakan mesin yang mempercepat perjalanan Indonesia menuju masa depan yang sejahtera.

“Pergeseran ini membuat transaksi menjadi lebih efisien dan membuka peluang baru, peluang bagi kami di bidang keuangan untuk mendorong transformasi dan memenuhi permintaan masyarakat akan informasi yang cepat, layanan keuangan yang terjangkau, andal, dan aman,” ungkapnya.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan bahwa pasar ekonomi digital Asean mencapai US$194 miliar pada 2022. Dari sana, Indonesia berkontribusi hingga 40 persen.

Bukan hanya itu, ekonomi digital Indonesia juga diproyeksikan mencapai US$150 miliar pada 2025, atau 10% dari PDB Indonesia.

“Sehingga berpotensi menjadi instrumen yang mampu menumbuhkan perekonomian negara,” imbuhnya.

Batara juga mengungkap bahwa perusahaan selalu berfokus pada inovasi produk, pengelolaan neraca, dan pemeliharaan kerangka manajemen risiko yang kuat.

Hal itu sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi mitra perbankan terkemuka di lembaga-lembaga dengan kebutuhan lintas negara.

“Di Citi Indonesia, kami menyadari pentingnya potensi digital dan kami benar-benar berkomitmen dalam mendukung kemajuan perekonomian negara dan pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Batara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik di bawah ini:
Editor: Aprianto Cahyo Nugroho
Terkini